Senin, 04 Januari 2010

Kenangan bersama Gus Dur



Sebagai penghormatan saya kepada Gusdur, berikut ini akan saya kemukakan pengalaman2 unik yang mengesankan yang saya alami bersama Gusdur. Ketika saya mengalami beberapa kali kesulitan, Gusdur memberi perlindungan. Ketika saya menemui jalan buntu, Gusdur tampil sebagai guru memberi jalan keluar. Ketika tukar pikiran dan bercanda, Gusdur berlaku sebagai sahabat.
Pertemuan Buruh Nasional. 040110
24-26 aPRIL 1992, BERLANGSUNG PERTEMUAN BURUH NASIONAL di hotel cipayung Bogor, yang dihadiri 107 tokoh, aktivis dan buruh. Penanggungjawab Pertemuan tsb adalah Muchtar Pakpahan, Sukowaluyo Mintorahardjo, Sabam Sirait dan KH. Abdurrahman Wahid. Yang mengurus ijin pertemuan adalah Yayasan Komunikasi, yang sekarang menjadi Parkindo, tetapi Gusdur ikut tandatangani permohonan ijin.
Polri tdk memberi ijin karena tdk direkomendasikan TNI. Walaupun tanpa ijin, pertemuan tetap berlangsung. Ruang pertemuan di Hotel Cipayung itu, dikepung oleh banyak TNI/AD ada yg bilang sampai ribuan orang. Ketika terdengar ada pembicaraan melalui HT, si pembicara bilang, mhn petunjuk apa tindakan karena gajah selalu di dalam. Rupanya yang dimaksud gajah adalah Gusdur. Karena gajah ada, pertemuan tidak dibubarkan, tanggal 25 April 1992, dideklarasikanlah berdirinya (K)SBSI.
Dalam proses pendirian KSBSI ini, ada dua yang menarik. Kami berdua beberapa kali bertemu dimulai jam 24 atau 01 tengah malam di PBNU. Yang menarik lainnya, ketika Sukowaluyo tampil sebagai pembicara, Gusdur terdengar mendengkur, alias tidur pulas. Waktu SukoWaluyo menyampaikan sesuatu, peserta tertawa, Gusdur terbangun langsung menimpali, peserta geerrrr tertawa,, habis itu Gusdur mendengkur lagi.
Sejak deklarasi SBSI dinyatakan terlarang, sama dengan PKI. Dampaknya, ada beberapa pengurus SBSI dibunuh, banyak dianiaya, 289 pernah dipenjarakan. Gusdur beberapa menanyakan kesulitan dan memberi perlindungan. Suatu kali Gusdur bertanya, SBSI tdk punya meja dan kursi ya? seperti rapat kambing lah ya? tapi jangan berkecil hati. Besoknya ada seseorang suruhan Gusdur menghantar kursi lipat kuliah sebanyak 50 buah dan ditambah meja. Sejak itu terjadilah peningkatan dari rapat kambing menjadi rapat aktivis perburuhan. Meja itu masih ada sekarang di KSBSI.
Besok bersambung.......

MENJELANG KONGRES I KSBSI. 17102010
Juli 1993 adalah Kongres Nasional I K(SBSI) di Cisarua Bogor. Pada ketika itu ada rumor GusDur tdk disukai Cendana, karena GusDur hendak mengorganisir revolusi, yang diawali istighosah nasional, dilanjutkan kegiatan Fordem.
Suatu sore Gusdur mengontak saya agar kami bertemu. Dalam pertemuan itu Gusdur beritahu, kehadirannya ikut mendirikan SBSI menambah dosa bagi istana. Untuk sementara waktu, dia mengurangi kontaknya dengan SBSI, dan suatu ketika mungkin akan saya kemukakan peranan saya hanya hadir pada pertemuan pembentukan SBSI.
Yang menarik untuk saya sampaikan, ketika saya tanyakan apa benar jin-jin disiapkan menjaga istighosah yang di senayan yang lalu? GusDur menjawab, karena saya dikadali istana, ya istananya balik saya kadali. Polri bilang tidak akan mengeluarkan ijin. GusDur menjawab tidak perlu ijin. Polri bilang tidak dijamin keamanan, GusDur menjawab saya akan undang jin menjaga keamanannya. Ahirnya Polri tidak berani menghalangi. Tapi ada seorang dari NU Jaksel meyakinkan, bahwa yang dari Jaksel itu benar-benar mengundang jin dari Brunai, Malaysia, Irak, Mesir dll
Tidak berapa lama dari pertemuan itu, menjelang berlangsungnya Kongres Nasional I KSBSI, GusDur mengalami kecelakaan(tapi keyakinan aktivis dicelakakan). Dengan kecelakaan itu, Ibu yang melahirkan meninggal, isteri menjadi lumpuh, GusDur mengalami kebutaan satu mata.
GusDur rela berkorban demi rakyat banyak. itulah hero atau pahlawan.
Bersambung lagi......

TAKTIK GUSDUR YANG MENAKJUBKAN 22012010

Sesudah Jenderal Soeharto lengser dari presiden, ia digantikan Prof.Dr.BJ.Habibie. Salah satu tuntutan reformasi, adili Soeharto atas kejahatan ekonomi/korupsi dan kejahatan HAM. Jaksa Agung mulai memeriksa beberapa yayasan Sohearto. Tetapi pemeriksaan selalu tertunda karena alasan Soeharto sakit/tidak sehat.
Suatu hari di bulan Juli 1998, utusan Habibie datang mengundang saya untuk bertemu dengan Presiden Habibie. Rapat DPP (K)SBSI memutuskan meminta pendapat Gusdur. Ketika saya menemui GusDur sedang istirahat di rumah, beliau bilang kamu belum waktunya bertemu, nanti kamu dicurigai teman2. Atas pandangan itu saya tidak penuhi.
Dalam rangka menghadapi HUT RI ke 53, Presiden Habibie mengundang untuk membicarakan perspektif HUT dan HAM. Atas hasil rapat DPP SBSI saya temui GusDur, dan beliau menasehati belum waktunya bertemu. Juga saya tidak menemui Preaiden Habibie.Waktu itu masih kencang tuntutan mahasiswa dan LSM untuk juga melengserkan Habibie.
Tetapi tidak berapa lama kemudian, seluruh pemancar televisi menyiarkan GusDur bertemu dengan Presiden Habibie dan Soeharto yang baru lengser. Dunia reformasipun geger.
Besok sore harinya, saya dengan seorang pengusaha besar menemui GusDur, dan Gusdur memulai pembicaraan," saya dengar kamu (Muchtar) kecewa karena saya temui Soeharto. Saya kan ulama jadi harus temui semui orang, sambil tertawa. Saya agak kesal terlambat berkomentar, saya juga unionis harus bertemu dengan semua orang.
Tetapi GusDur cepat menambahkan. Tujuan saya bertemu Soeharto selain silaturahmi, ingin mencek apakah Soeharto benar2 sakit. Karena pemeriksaan oleh Jaksa Agung berhenti dengan alasan Soeharto tidak sehat. Pertemuan kami lancar2, semua media memuat dan menyaksikan, Soeharto ternyata sehat. Jadi saya membukltikan dengan cara lain. Sekarang mari kita desak Jaksa Agung dan Presiden agar sungguh2.
Saya diam, saya sangat setuju cara itu yang tadinya di luar jangkauan saya. pembicaraan inipun saya sampaikan ke kawan2. Sungguh taktik yang menakjubkan.

NUBUAT JADI PRESIDEN RI 22012010
Menjelang Sidang Umum MPR 1998, kongkow2 dengan beberapa temannya Kiyai, dan saya sempat nguping. Beliau mengatakan bertemu dengan Nabi (Ismail?) dan nabi bilang, GusDur diminta bersiap menjadi presiden. Catatan, Pemilu 1998 PDIP adalah partai pemenang, dan rakyat mengharapkan Megawaty yang menjadi Presiden RI.
Sesudah pembicaraan itu, saya bmenemui beliau, kami berdua bicara sebentar. Saya bertyanya, apa GusDur serius mau jadi Presiden? Karena di hati saya adalah tidak logis dan akan menghasilkan berbagai kerumitan karena buta mata (fisik) jadi Presiden. Berikut ini sederetan jawaban GusDur."Gila lu, masak orang buta jadi presiden. Biarlah saya presidennya MPR maksudnya Ketua MPRRI, dan Megawaty yang jadi Presiden.
Benar. pada Sidang Umum MPRRI 1998, GusDur mencalonkan diri jadi Ketua MPR, kalah. Lalu naik menjadi calon Presiden RI, menang.
Berarti nubuat dari Presiden itu datangnya dari Tuhan, GusDur dipersiapkan jadi Presiden RI yang keempat untuk banyak hal yang menakjubkan. Seperti : 1. pertama kali orang buta dipilih jadi presiden di seluruh dunia. 2. GusDur berhasil memposisikan militer ke fungsinya, memisakan Polisi dari ABRI. 3. mendesakralisasi istana, sebab beliau berhasil membuat istana menjadi milik rakyat. Kaum sarungan, buruh dan tani betapa mudahnya masuk istana. 4. Beliau penuhi tuntutan hati nurani/jeritan rakyat papua, mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua. 5. Hubungan agama yang agak menegang selama 20 tahun, bagi sebagian muslim haram mengatakan selamat natal, Gusdur malah hadir dalam perayaan natal. 6. Karena perlu formal, diformalkannya Kongfutsu menjadi agama resmi ditambah imlek jadi hari libur. Serta banyak lagi hal2 yang menakjubkan bagi bangsa Indonesia dan dunia. Tapi ada juga yang menakjubkan kelemahannya/negatifnya, semua soal kok repot2 dan terkesan berubah-ubah karena tergantung pembisik.
Bersambung,,,,,

ISTANA MILIK RAKYAT 24012010

saya sudah menyaksikan keangkeran istana semasa Soeharto. Angker karena rakyat yang berbeda pendapat jangan coba-coba dekat istana. Pasti mengalami penyiksaan. Rakyat yang tidak berpakaian rapi dan formal, jangan cobacoba dekat istana, pasti dihalau paspampres. Walau 1,2 tahun Habibie jadi presiden RI, memang ada perubahan, ada kelonggaran, tetapi yang masuk ke istana tetap berdasarkan protokoler.
Waktu Gusdur jadi Presiden Oktober 1999 sd Juli 2001, walaupun singkat, beliau membuat perubahan fundamental di istana. Pengalaman saya, setiap saya ke istana mulanya saya berpakaian biasa, kaos dan sandal. Dan setiap ke istana saya akan lihat ada laki-laki yang berpakaian sarung dan sandal. Pernah juga saya lihat rombongan pedagang kecil, berpakaian agak dekil.
Suatu kali ada petugas keamanan menyapa saya (berisi tegoran), dia bilang, kalau pak Muchtar berkunjung ke istana, agak rapi dong pak, pakai baju berleher dan sepatu. Saya biasanya pakai sepatu sandal. Lalu saya jawab, apakah karena ke istana saya harus merubah tabiat saya? Lalu saya temui Gusdur di ruang kerjanya.
Walaupun di kemudian hari, saya merasa adalah pantas bagi saya kalau saya ke istana berpakaian rapi, istana perlu juga dihormati.
Gusdur sudah pergi, kapan lagi ada presiden yang membuat rakyat kecil seperti buruh, petani, nelayan pedagang kecil mudah masuk ke istana? Kalau elitis dan pengusaha mudah masuk ke istana, ijinkan jugalah rakyat kecil sesekali masuk ke istana, seperti yang dilakukan Corry Aquino, Nelson Mandela dan Lach Walessa.

GUSDUR PRESIDEN 24012010

Begitu Gusdur usai dilantik jadi presiden di gedung MPR, malamnya saya langsung ke wisma negara menemui Gusdur. Tiga hari berturutturut tiap malam saya ke wisma negara diskusi mewujudkan citacita reformasi. Di hari pertama saya bertanya, bagaimana hubungan kita ke depan, apakah sapaan bisa seperti biasanya? Gusdur turun dari kursi lalu duduk di lantai sambil beliau nyanyikan, aku maih seperti yang dulu.
Suatu pagi di hari kamis, ajudan bertelepon ke kantor SBSI dan yang terima officeboy bernama Bihar. Ajudan mungkin salah dengar, Presiden langsung bicara dengan Bihar yang beliau bicara dengan saya. kalimat terahir, Gusdur bilang, nanti sore datang ke istana bawa nyonya kita mau kordinasi. Menurut cerita Bihar, dia keringat dan eh pak presiden,, eh pak Gusdur saya bukan pak Muchtar Pakpahan, saya officeboy. Gusdur "bilang dong dari tadi" tapi tidak bernada marah. Sesudah itu saya kontak kembali.
Waktu Presiden Gusdur kunjungan kenegaraan ke Washington menemui Presiden Bill Clinton bulan November 1999, saya sedang menghadiri sidang Governing Body ILO di Geneva. Dalam perjalanan pulang dari Geneva dengan KLM, di Singapura saya disalami orang, selamat pak Menteri. Saya heran, kata mereka, GusDur menyatakan di Washington, setiba di Jakarta, akan memberhentikan Bomer Pasaribu dan saya penggantinya sebagai Mennaker. Waktu di Cengkarengpun ada beberapa pejabat depnaker menjemput saya.
Kenyataan sampai sekarang belum pernah jadi Menteri, ha, ha,.
Bersambung,,,,

GUSDUR PEMIMPIN YANG DEMOKRATIS 2501201

GusDur adalah pemimpin yang demokratis yang menghargai perbedaan pendapat. Saya mempunyai pengalaman yang menarik dikemukakan.
Di awal pemerintahannya, saya diminta beliau untuk mencari solusi penyelesaian tuntutan merdeka dari Aceh dan berkordinasi dengan jenderal Wiranto. Bagi saya hal itu merupakan sebuah penugasan dari presiden. Karena penugasan itu, saya beberapa kali melakukan perjalanan ke Nangroe Aceh Darusassalm, ke hutan-hutan menemui petinggi GAM.
Dari diskusi-diskusi yang kami lakukan, kami sepakat mengadakan konferensi perdamaian Aceh di Langsa, 25 Januari 2000. Tiga hari menjelang acara itu, Gusdur memanggil saya dan Wiranto ke istana, dan GusDur mengatakan ditunda. Tetapi GusDur tetap ke Aceh, tetapi ke Sabang membuka Sabang sebagai pelabuhan bebas. Tentu wajarbila saya kecewa, dan saya membayangkan berapa lagi darah yang tumpah di Aceh.
Ahir Januari ke Februari GusDur melakukan perjalanan ke beberapa negara, Saudi Arabia, Swiss, Inggris, Belgia dan Thailand. Di Saudi Arabia kami menginap di istana kerajaan. Pada saat itu saya mendapat kesempatan kami berdua membahas Aceh. GusDur berpendapat langkahnya benar menunda konferensi damai. Untuk meyakinkan saya GusDur sampai bersuara keras, dan mengetukkan tangannya ke meja, hingga kopinya memercik.
Karena kekecewaan yang saya rasakan, dari London saya pulang ke Indonesia dengan pesawat umum, mengundurkan diri dari rombongan. Waktu saya pamit beliau mengumumkan memberhentikan Wiranto.
Saya kira GusDur akan marah kepada saya karena sikap saya mengundurkan diri dari rombongan. Kenyataan kemudian, setiba di Tanah Air, beliau undang saya ke istana, ada dua topik pembicaraan: menata hubungan industrial (lanjutan pembicaraan di pesawat dengan Sofian Wanandi dan Aburizal Bakrie) dan pengadilan Soeharto atas pelanggaran HAM. Hubungan kamipun normal kembali. Sepantasnya GusDur wajar kecewa atas sikap saya meninggalkan beliau di London.
Bersambung,,,,

SEDANG MARAH KEPADA SAYA 28012010

Suatu waktu, melalui ajudan saya minta waktu bertemu, ada yang mau kami sampaikan. Ajudan beritahu, kayaknya bapak belum bersedia menerima bapak. Sekira dua minggu sebelumnya kami berdebat, perbedaan pandangan kami menajam mengenai hubungan industrial. Waktu itu kami mengahiri debat kami tanpa ada kesepakatan, dan saya rasakan beliau marah kepada saya. Sebab di sela perdebatan kami ada pernyataan, "kalau GusDur mengambil kebijakan seperti ini, saya yakin GusDur tidak sampai lima tahun jadi presiden".
Ajudan saya desak lagi, tolong sampaikan cukup 10 menit menerima kami. Ahirnya Presiden Gusdur menerima kami, saya, Hasan Basori, Seno Aji dan Bibit Ryanto. Ternyata kami mengadakan pertemuan hampir satu jam, itupun saya yang menghentikan. Sebab ajudan sudah berulangkali memberi tanda waktu sdh lewat kepada saya.
Ketika kami pamit pulang, GusDur meminta saya agar pagi besoknya jam 06.00 saya datang lagi agar kami olahraga bersama.
Demikianlah salah satu model persahabatan kami, yang sama-sama menginginkan bangsa Indonesia maju dan rakyatnyapun sejahtera.

MENULIS DEKRIT 28012010

Satu hari sebelum Sidang Umum MPR yang menjatuhkan GusDur berlangsung, Gusdur mengumumkan jam 19-00 akan mengeluarkan dekrit melawan rencana Sidang Umum MPR menjatuhkan GusDur. Waktu itu, saya dan beberapa teman menunggu di kantor Law Office MPA (Muchtar Pakpahan & Associates) di jalan Cokroaminoto.
Kami tunggu hingga jam 20.00 ternyata belum diumumkan. Malah ajudan dan teman-teman yang sedang di istana meminta saya agar datang ke istana. Dalam perjalanan dari Cokroaminoto ke istana, kami singgah makan di suatu rumah makan di jalan kebon sirih. Ketika kami masuk mau makan malam di restauran tersebut, di sana sedang makan malam juga beberapa polisi perwira menengah, di antaranya Kombes Dr. Bambang Widodo, kombes Sinaga dll. Sembari makan, kami tukarfikiran. Sementara dari istana saya terus didesak segera meluncur ke istana.
Setiba di istana saya dapati banyak kawan-kawan aktivis seperti Emmy Hafidz, Kiki dll. Ternyata dekrit belum dibuat. Lalu kami berkumpul, saya tuliskan dengan tulisan tangan, lalu diketik, dibacakan kepada GusDur, sesudah diperbaiki GusDur tandatangani. Ternyata sesudah ditandatangani ada kelompok lain yang membahas, lalu materinya ada satu butir yang diubah. Kenyataannya, dekrit itu tidak berdaya, Gusdur dilengserkan dari kedudukan presiden RI.
Besoknya saya langsung ke Bangkok menghadiri konfrensi buruh se Asia. Pada hari ketiga GusDur lengser ada polisi datang ke rumah ingin menjemput saya yang saat itu saya sedang di Bangkok. Namun , 8 orang Kombes teman saya makan di kebonsirih itu ditangkap, ditahan dan dipenjarakan. Di hati dan keyakinan mereka dan saya adalah membela kebenaran.
Bersambung,,,,

PERTEMUAN PANJANG KENANGAN TERAHIR 30012010

Sejak Partai Buruh dinyatakan jadi peserta pemilu 2009, saya mendekati GusDur, untuk dua hal: ingin mengetahui pergumulannya tentang bangsa dan negara, serta saya ingin memperoleh dukungannya. Karena itu, sejak Nopember 2008 sampai Maret 2009, setiap rabu pagi dari jam 06.00-08.00 kadang2 sabtu saya menemui beliau di Ciganjur. Beberapa kali saya temani olahraga (beliau duduk di atas kreta dorong), yang pasti tiap kami bertemu kami sarapan bersama. Saya selalu disuguhi lontong sayur pakai telor.
Setiap saya ada di Ciganjur, saya menyaksikan mesti ada orang dari luar kota yang menemui beliau dengan kepentingan yang berbedabeda. Mulai dari sekedar kangen silaturahmi lalu cium tangan, hingga memajukan permohonan bantuan atau minta didoakan. Minta didoakan karena hendak menikahkan anaknya, atau anaknya mamu melamar kerja, atau ada kerabat yang sedang sakit.
Dari rekaman pembicaraan kami, saya menangkap pergumulan GusDur yang belum selesai adalah keadilan sosial dengan semakin banyaknya angka kemiskinan, korupsi yang semakin merambah, dan masih dipergunakannya suku dan agama menjadi kenderaan berpolitik. Memancing sentimen agama untuk mengalihkan perhatian. Waktu beliau uraikan seperti yang dialami Kristen dan achmadyah. Beliau khawatir, Indonesia semakin terjerumus ke pertikaian SARA kalau hal itu tidak dihentikan.
Kegalauan Gusdur itu, agaknya perlu menjadi catatan penting untuk dikerjakan oleh semua pihak, terutama yang memangku kekuasaan.

JIARAH KE TEBUIRENG DI JOMBANG 310120

Waktu Gusdur meninggalkan dunia ini, saya dan isteri Rosintan Marpaung melayat di Ciganjur hingga jam 03.00 pagi. Waktu itu saya sebenarnya ingin ikut mengantar ke peristirahatannya di Tebuireng Jombang. Ikut ke Jombang sekaligus bernostalgia, sebab basis pertahanan pergerakan buruh SBSI salah satu adalah Jombang. Tapi saya tidak jadi ikut karena tidak ada seat pesawat yang tersedia.
Karena tidak ikut mengantar jenazah beliau, hati ini tetap merasa berhutang kalau tidak ke makam beliau. Dorongan itu mengantar rombongan KSBSI & Partai Buruh berjiarah pada selasa tanggal 19 januari 2010. Ketika rombongan ( di antaranya Sonny Pujisasono, Hasan Basori, Suhery, ) tiba di Tebuireng, kami terlebih dahu menemui GusSolah Adiknya GusDur yang juga pimpinan pondok pesantren Gontor tersebut.
Waktu bertemu dengan GusSolah rombongan menyampaikan doa/harapannya, semoga GusDur berada di sisi Allah, semoga Allah mengirimkan pengganti GusDur bagi bangsa Indonesia. Diharapkan GusSolah dapat menjadi pengganti GusDur, dan diharapkan juga ada dari keluarga yang bersedia ikut berjuang melalui Serikat Buruh untuk mensejahterakan buruh.
Sewaktu kami melakukan jiarah dan doa, ribuan juga orang bersama kami dari berbagai daerah sedang berjiarah. Menurut GusSolah, keadaan seperti itu, pejiarah yang datang dari berbagai daerah ribuan orang setiap hari.
Penutup kenangan ini, saya sungguh2 berdoa agar Tuhan secepat mungkin mengirimkan pengganti GusDur. Amin.

1 komentar:

  1. Gus Dur memang luar biasa, hidup dan matinya membawa perubahan dan perbaikan serta perlindungan bagi banyak orang

    BalasHapus