Minggu, 31 Januari 2010

Usul Soeharto menjadi pahlawan nasional

Minggu yang lalu, menurut Nonstop, Kosasih menggalang dukungan dan doa agar Soeharto diangkat menjadi pahlawan nasional. Saya terpanggil untuk memberi komentar atas gagasan tersebut.

Pahlawan padanannya adalah hero (inggris). Menurut Macmillan dictionary, 1. one who is admired and looked up to for valor, achievements and noble qualities. 2. one who performs a particular courageous act, esp, an act that rescues or protect someone. 3. Latin, heroesman descendedfrom God. Dan dalam pengertian peraturan dan Indonesia, adalah seseorang dengan gagahberani, memperjuangkan kepentingan bangsa dan rakyat, yang telah mengorbankan harta, kepentingan pribadi kalau perlu nyawa untuk kepentingan umum, bangsa dan rakyat tadi. Berarti ada pengorbanan.

Soeharto adalah jenderal yang mengkudeta Soekarno (Soekarno adalah proklamator yamng mengorbankan segala yang dapat dikorbankannya demi kemerdekaan yang kita nikmati sekarang. Sesudah mengkudeta, Soeharto membunuh 1,5jt orang PKI dan yang diPKIkan. Dia melenyapkan banyak orang yang berbeda pendapat dengannya.

Di masa kekuasaannya Soeharto mengambil beberapa kebijakan dalam bentuk Kepres yang memperkaya keluarga dan kroni. Tahun 2003, sekjen PBB Koffie Anan mengumumkan Soeharto adalah mantan pemimpin yang terkorup di dunia, dan mengumpulkan harta diperkirakan 48 myliar dollar Amerika.

Kalau mau dicari bukti pelanggaran HAM yang dilakukannya, saya sendiri dan kawan2 menjadi korban pelanggaranHAM yang dilakukan Soeharto. Dengan kata lain, Soeharto adalah pemimpin yang mengorbankan siapa saja termasuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara demi keluarga dan kroni.

Berarti Soeharto tidak pantas jadi pahlawan. Diharapkan jangan ada lagi pihak yang memancing ingatan penderitaan orang dengan gagasan menjadikan Soeharto pahlawan nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar