Sabtu, 20 Februari 2010

BERCERMIN TENTANG INDONESIA DARI NEWZEALAND

Sabtu 19 02 jam 15.15 yang lalu, saya dkk meninggalkan Indonesia menuju New Zealand via Singapure dengan Garuda, selanjutnya dari Singapure naik Quantas menuju Aukland. Cermin saya yang pertama, Mengapa kami naik Garuda & Quantas? karena Malaysia Air sudah penuh demikian juga SQ. Ternyata Garuda yang kami tumpangi kosong sekitar 60%. cermin pertanyaannya, mengapa Garuda kosong? sementara SQ dan Malaysia penuh.

Ketika kami mendarat di Chang I Singapure, kami temukan ada sekiatr 60 orang TKW yang mau diberangkatkan ke Ryad tidur dalam keadaan kelaparan di depan counter check-in di dalam airport. Mereka sdh kelaparan, tidak diberikan makan oleh PJTKI yang memberang katkan. Sebab mereka mendarat jam 11 akan diterbangkan malam hari. sejak mendarat hingga akan terbang tidak makan. Mereka menangis dan ada yang tidur tengkurap menahan rasa lapar. Saya rasanya terhina sebagai banagsa, langsung saya coba telepon Muhaimin Iskandar mennakertranskop dan Jumhur Hidayat Kepala BPN2TKI. Cermin pertanyaannya, mengapa pengurusan TKI itu sejak mennekaer Latief sampai sekarang permasalahannya tetap seperti itu? Apa program Presiden SBY tentang tenaga kerja yang ditugaskan ke Menaker dan Kepala BPN2TKI?

Kami mendarat di Aukland jam 16.00, malamnya jam 20.00 kami naik bus ke Wellington. Selama perjalanan 11 jam, beberapa hal kami rasakan. jalannya mulus, tidak ada lobang dan tidak ada polisi tidur. Naik bus enak tenan. Selama dalam perjalanan, tidak pernah kami dengar bunyi kllekson mobil, karena lalulintasnya teratur. Kemudian selama perjalanan itu, kami lihat gambaran kehidupan petaninya yang makmur dan sejahtera. Yang terahir, kami tanya tidak ada penganggur di New Zealand. Cermin yang menjadi pertanyaan, kapan seperti itu dapat terjadi di Indonesia? Kita sudah merdeka 65 tahun, usia sudah kakek/nenek, alias oppung2.
Besok Senin, saya akan bertemu dengan Presiden Partai Buruh New Zealand dan pimpinan Serikat Buruh. Saya akan bertanya mengapa rakyatnya disini seperti itu? dan akan saya laporkan lewat website dan facebook.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar