Selasa, 23 Februari 2010

SERIKAT BURUH DAN POLITIK DI SELANDIA BARU

Tahun 1916, 6 serikat buruh NZ sepakat mendirikan Partai Buruh. Karena tanpa ada wakil buruh di pemerinahan dan parlemen, sulit bagi buruh memperjuangkan kepentingannya, seperti membuat Undang2 yang memihak kepentingan buruh. Sementara pengusaha dengan uangnya yang banyak dapat membeli enguasa dan dapat membangun kekuasaan.
Sesudah 6 SB mendeklarasikan Partai Buruh, mreka menggalang agar SB bersatu, hanya melalui persatuan buruhlah buruh dapat memperjuangkan nasibnya. Serikat Buruh Bersatu menjadi kuat, dan kuat serikat buruh, rakyat sejahtera.
Langkah lanjut, mereka membentuk NCTU (New Zealand Council of Trade Union) yang sekarang beranggotakan 40 serikat buruh.
PartaiBuruh NZ resmi didirikan SB dan diatur oleh SB. Ada Dewan Nasional Partai yang terdiri dari Utusan SB, utusan regional dan MPR. Sekali setahun melakukan konferensi, menetapkan pekerjaan Partai Buruh. Keputusan partai dikerjakan eksekutif, sekarang presidennya adalah Andrew Little, yang juga sekjen dari SB EPMU yang terbesar di NZ. Presiden dan sekjen Partai tidak boleh merangkp jabatan DPR atau Menteri atau Perdana Menteri. Setiap tiga bulan, adarapat fraksi Buruh di parlemen, yang dihadiri Eksekutif Partai dan wakil SB membicarakan perjuangan fraksi di Parlemen.
Sluruh serikat Buruh memberikan iuran 1,25 dollar peranggota pertahun. SBmembiayai partai dan mengatur partai.
Sekarang buruh dan rakyat NZ menikmati hasil welfarestate dan goodgovernance. NZ tiap tahun negara terbersih dari korpsi di dunia bersama Swedia, finlandia, denmark, Norway, Singapure,dan Canada. Sebaliknya Indonesia tergolong terkorup di dunia. Jawabannya SB/SP harus bersatu dan harus kuat. Untuk apa? bangun goodgovernance dan wujudkan welfarestate.
Inilah oleh2 ketiga dari NZ. Kapan kita maju? Nanti kita lihat keberhasilan Kim Dae Yung, Nelson Mandela, Lulla dan Lech Walessa untuk kita cari pemimpin seperti mereka bukan seperti SBY, bukan seperti Megawaty, bukan sepeti Gusdur,bukan sepeti Habibie apalagi Soeharto. Kalau mungkin seperti Soekarno, tapi bukan yang beristri lebih dari satu. Merdeka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar