Senin, 15 Februari 2010

WELFARESTATE PENDIDIKAN

Welfarestate terpenting adalah pendidikan. Sebab, orang terdidik menjadi cerdas, dan orang cerdas akan cerdas mensejahterakan dirinya. Karena itu, jalan yang paling strategis mensejahterakan rakyat adalah mendidik seluruh rakyat rakyat hingga minimal SLA.

Saudara sebangsa komunitas Papua, Dayak, Betawi, Melayu dan Anakdalam di Jambi akan tetap diselimuti kemiskinan bila tidak diterobos dengan pendidikan. Mari kita menoleh sejenak ke segitiga penderitaan yang dialami misalnya rakyat Papua.

Karena miskin (pakai koteka) tidak sanggup menyekolahkan anak, karena tidak sekolah jadi bodoh, dan karena bodoh jadi miskin. Siapakah yang dapat memecahkan kemiskinan rakyat Papua? Hanya pemerintah yang menerapkan welfarestate, dimana semua biaya sekolahhingga SLA asdalah tanggungjawab negara/pemerintah.

Di beberapa acara saya kerap menyampaikan statemen, 100 tahun lagi pun Indonesia merdeka, kalau welfarestate pendidikan tidak diterapkan di Papua, rakyat Papua akan tetap miskin. Demikian juga rakyat yang terbelakang lainnya. Kalau kita sepaham, ke depan carilah presiden yang visinya memajukan welfarestate dan sanggup mewujudkannya. Pikirkanlah, jangan menerima uang, dan apalagi memilih seseorang karena penampilan ganteng atau cantik. Ini perlu direnungkan kaum muda.

Maaf sekali lagi saya contohkan, saya adalah anak buruh PTP di Bahjambi. Karena welfarestate yang diterapkan Soekarno, saya tidak bayar uang sekolah sampai kelas III SMP. Sesudah Soeharto mengkudeta Soekarno, barulah pendidikan dikapitalisasi, dan anak2 buruh di bawah saya jadi buta huruf. Ayo mari majukan welfarestate.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar