Senin, 22 Februari 2010

WELFARESTATE SELANDIA BARU

Hari ini senin, hari ketiga saya berada di New Zealand (NZ, Selandia Baru). Saya sudah bertemu dengan: Andrew Little (Presiden Partai Buruh NZ), Christ Flatt (Sekjen Partai Buruh NZ), Peter Conway (sekjen NCTU NZ Council Trade Union), dan Paul Tolich, sekretaris EPMU (federasi Enginering, printing & Manufacturing Union). Menurut mereka, di bawah kolonial Inggris dan sesudah merdeka, rakyat Selandia Baru keadaannya miskin. Merespon kemiskinan itu, 6 federasi serikat buruh memprakarsai berdirinya Partai Buruh NZ pada tahun 1916.
Sesudah ikut pemilu 1920, 1923, 1926, 1929, 1932, barulah 1935 Partai Buruh memenangkan pemilu dan menjadi Perdana Menteri.
Sesudah memenangkan pemilu 1935, Partai Buruh menerapkan sistem welfarestate, dan menciptakan lapangan menjadi program utama, bukan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya diprogramkan Partai Liberal dan Partai Nasional yang membela pengusaha. Dengan program mewujudkan welfarestate, sejak itu rakyat dabn penduduk tetap NZ menikmati wajib sekolah hingga tamat SLA atas beban keuangan negara/APBN, bebas berobat opname atas beban APBN, ada tunjangan pengangguran 65% dari gaji/upah minimum normal, dan semua rakyat memperoleh gaji pensiun seumur hidup sesudah 60 thn. Sepanjang perjalanan di kota Auckland dan Wellington, kami tidak pernah menemukan ada pengemis dan gelandangan.

Tidak lupa terimakasih kepada bung Rosihan Saragih dan Fahmi Prayoga yang setia mendampingi kami.
Berikut ini adalah tahun2 Partai Buruh NZ berkuasa. 1935-1948, 1957-1960, 1972-1975, 1984-1990, 1999-2008. Tetapi prinsip welfarestate tidak pernah diubah, kecuali kadar dan budgetnya.

Andrew Little mempunyai dua anak yang sedang kuliah di universitas, 75% biaya kuliahnya ditanggung negara dan 25% dia tanggung. Dia bilang, membangun negara yang kuat, utamanya adalah mensejahterakan rakyat. Mensejahterakan rakyat harus dengan sistem welfarestate dan goodgovernance, dengan human invesment yang paling utama. Yaitu mencerdaskan rakyatnya melalui pendidikan.

Inilah oleh2 kedua yang saya bawa dari NZ ke rakyatIndonesia. Besok saya poskan kali oleh2 ketiga.

1 komentar:

  1. pengalaman yang memang jarang didapat dan ilmu yang harus di bagikan ,semoga republik ini dapat melihat yang baik dan yang buruk.
    Mata anak negeri tidak rabun dan katarak sehingga dapat melihat jelas,walaupun hanya dari pengalaman dan perjalanan hidup dari seorang anak negeri yang gigih dan berani

    BalasHapus