Jumat, 19 Maret 2010

BOEDIONO AKAN TETAP MENJADI BEBAN

Pagi ini hari Sabtu 20 03 saya menyaksikan di berbagai stasiun televisi, Boediono sebagai wapres melakukan kunjungan kerja ke Bekasi. Waktu melakukan kunjungan kerja itu, kehadiran Boediono dihadang demonstrasi mahasiswa. 7 Mahasiswa pendemo ditangkap polisi karena mengganggu lalulintas dan tanpa ijin.

Lalu pada kesempatan itu, Boediono yang berpenampilan seperti seorang yang lugu dan jujur menyatakan dia sebetulnya adalah guru, dan dulu bercitacita jadi Menteri Pendidikan, tidak pernah bercitacita jadi wapres. Kehadirannya yang seperti itu yang ditambah penampilan dan ucapannya melahirkan sikap pro dan kontra dan akan terus melahirkan sikap pro dan kontra kemanapun beliau pergi bertugas sebagai wapres. Saya akan terus merasa sedih kok Indonesia dipimpin oleh yang tidak jujur dan tidak negarawan? Saya akan terus yakin bahwa Boediono dan Sri Mulyani bersalah dalam bailout Bank Century. Serta saya akan terus menyerukan Sebaiknya Boediono mengundurkan diri.

Kemudian saya akan terus menyerukan mahasiswa dan buruh mendesak pengunduran diri Boediono. Akibatnya rakyat terbelah, pastilah kinerja Boediono sebagai wapres tidak akan membantu presiden bahkan menjadi beban.

Yang pasti, sejarah hitam ketatanegaraan Indonesia akan pernah dicatat dipimpin oleh pelanggar hukum berdasarkan keputusan politik DPRRI. Yang terbaik Boediono mundurlah kalau mencintai negara dan bangsa ini dan kalau mencintai Presiden SBY.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar