Minggu, 21 Maret 2010

BOEDIONO-SUSNO-MABES POLRI

Sekarang sedang terjadi perseteruan antar jenderal di mabes polri, komjen Susno Duaji dengan mabes polri. Saya mau mengurut ke belakang sejenak perjalanan perseteruan ini.

September yang lalu Komjen Susno memeriksa Bibit Ryanto sebagai tersangka pejabat yang melakukan tindak pidana suap, berubah menjadi pemerasan dan berubah lagi menjadi melampaui kewenangannya,berbuntut Bibit Ryanto dan Chandra ditahan, protes bermunculan. Para pemprotes yakin, tindakan Susno adalah sebagai upaya Mabes polri menghentikan langkah KPK memeriksa Bank Century. Dan keyakinan ini kemudian dibenarkan Tim 9 yang dipimpin Adnan Buyung, kemudian Bibit-Chandra dibebaskan. Buntutnya lagi, Susno diberhentikan dari jabatan kepala Bareskrim.

Aksi lanjutan Susno adalah bersaksi di Pengadilan terdakwa Antasari/mantan Ketua KPK. Pada saat itu mulai sidang2 pemeriksaan pansus century DPRRI. Ahirnya paripurna DPRRI memutuskan Boediono dan Sri Mulyani melakukan kesalahan atas bailout bank century. Sehari sesudah paripurna DPRRI, presiden membela Boediono dan Sri Mulyani sebagai dua pahlawan bangsa. Di tengah itu, muncullah keterangan Susno.

Pengalaman saya sejak 1974-1998 berhadapan dengan intelijen Orde baru, rasanya belum berubah. Saya sangat yakin, bahwa aksi Susno adalah grand strategy dari intelijen mengalihkan perhatian agar rakyat, LSM dan mahasiswa melupakan kasus Bank Century. Secara pribadi, saya sih berharap kepada Presiden SBY tuntaskan kasus Bank Century dan kasus perseteruan Susno-mabes Polri, dan berharap demi bangsa Indonesia secara negarawan Boediono dan Sri mengundurkan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar