Selasa, 09 Maret 2010

TANGGAPAN BUDIONO TIDAK NEGARAWAN

Budiono tetap bertahan tidak bersedia mundur dari jabatan wapres dengan alasan nanti dibilang orang melarikan diri dari tanggungjawab. Alias ngotot, dengan jabatan wapres.

Dari sudut hukum tatanegara, BPK sebagai lembaga audit negara sudah membuktikan Budiono sewaktu Gubernur BI melakukan kesalahan hukum. Kemudian secara politik kenegaraan dinyatakan lagi bersalah oleh mayoritas sidang paripurna DPRRI, 212 lawan 325. Memang belum 2/3. Rakyat di berbagai belahan Indonesia sudah menyatakan sikap Budiono mundur saja.

Sementara Presiden SBY masih 4 tahun 8 bulan lagi, cukup lama. Kalau Budiono tidak mundur kasihan SBY, akan terus memikul kesalahan Budiono, dan Budiono tidak akan pernah efektif membantu Presiden.

Kalau Budiono cinta akan bangsa Indonesia dan menyayangi presiden SBY, dan kalau Budiono memiliki sikap negarawan seperti Mohammad Hatta atau TB Simatupang, sebaiknya mundurlah dengan terhormat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar