Kamis, 15 April 2010

KASUS MBAH PRIOK DI KOJA













Mencermati kejadian berdarah di Koja Tanjung Priok, saya menyampaikan hal2 yang penting diperhatikan kalau Indonesia mau maju.

1. Makam Mbah Priok sudah ada sejak beliau meninggal tahun 1756. Artinya jauh sebelum Indonesia ada bahkan sebelum kata Indonesia ada, makam itu sudah ada. Makam itu memiliki arti yang banyak.
a. Memoir bahwa di situ dimakamkan tokoh besar, yang punya jasa mengapa Indonesia seperti sekarang hingga namanya pun diukir dengan nama Tanjung priok.
b. Tempat itu telah berfung si sebagai makna situs sejarah.
c. Tempat itu juga menjadi tempat berjiarah iman, yang sekaligus minta berkah.

2. Sengketa pemilikan menjadi membuat rakyat rasanya terbodoh. Bagaimana bidang usaha Pelindo yang berdiri sejak tahun 1980-an menjadi pemilik atas sebuah kuburan yang ada sejak tahun 1756. Betapa kapitalisme (neoliberalisme) sdh merasuk di semua sendi kehidupan.

3. Betapa makna human investment mencerdaskan manusia yang dilakukan oleh almarhum mbah priok begitu mudahnya mau dihapus oleh kepentingan bisnis pelindo. Kalau negara mau maju, mencerdaskan kehidupan bangsa dgn semua aspeknya harus yang utama sesuai dengan pembukaan UUD alinea 4.

4. Betapa bodohnya negara besar ini, sepertinya lebih parah dari keledai. Karena keledai tidak mau terantuk di lubang sama dua kali. Penguasa bangsa ini sudah terantuk dua kali di Tanjung Priok.

Kekerasan dibuat alat menyelesaikan/mencapai tujuan.
Siapa yang bertanggungjawab?
Saya Muchtar Pakpahan dengan segala hormat meminta kepada semua petinggi negara ini, Jangan ganggu ketenangan makam mbah Priok dengan seluruh lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar