Rabu, 07 April 2010

PDIP PARTAI IDIOLOGIS

Saya menyambut gembira ketika mbak Megawati ketua Umum DPP PDIP memberikan penegasan pilihan PDIP sebagai partai idiologis dan dalam periode ini arahnya menjadi partai oposisi.

Saya adalah anggota PDI sejak tahun 1974, dan ikut pendidikan kader tahun 1976 ketika Sanusi ketua umum dan Sabam sekjen. Visi perjuangan yang dimiliki PDI(P) adalah berbasiskan dan karena itu searah dengan visi Soekarno. Dasarnya Soekarno bercitacita ingin membangun welfarestate (baca pleidoi Indonesia Menggugat dan baca pembukaan UUD 1945) dan kaitan hubungan industrial/perburuhan, Soekarno ingin mensejahterakan buruh dengan prinsip permanentjob dan jaminan kesejahteraan (jelas digariskan UU no 22/1957 dan UU no 12/1964).

Selain saya menyambut gembira PDIP menjadi partai idiologis, saya menyarankan. 1. idiologinya marhaenis (sosial demokrasi yang disesuaikan dengan Indonesia). Tujuan perjuangannya mensejahterakan rakyat dengan mewujudkan negara kesejahteraan (welfarestate)

Sasaran singkat menata hubungan industrial dengan azas harmonis, dinamis,demokratis, berkeadilan dan berkesejahteraan. Cabut outsoursing dan buruh kontrak yang ada dalam UU no 13/2003. Diminta DPPPDIP melakukannya segera.
Rakyat/wong cilik yang dideritakan UU no 13/2003 tsb menunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar