Senin, 17 Mei 2010

WELFARESTATE KEBEBASAN BERAGAMA

Kebebasan meyakini dan mengimani sesuatu adalah hak azasi yang paling azasi dan paling awal dimiliki oleh manusia. Sejarah agama yang muncul di Timur Tengah menjelaskan bahwa manusia pertama yang diciptakan Tuhan adalah bernama Adam (laki2)kemudian disusul bernama Hawa (perempuan). Kepada mereka berdua sebagai manusia pertama, Tuhan sendiri langsung memberi kebebasan meyakini sesuatu dengan konsekwensi bila melanggar akan mendapatkan sanksi.

Ketika Indonesia sedang berjuang meyakini Tuhan yang menyertai bangsa Indonesia. Pun ketika menyatakan kemerdekaannya Indonesia meyakini sebagai rahmat dari Tuhan. Lanjutan dari keyakinan itu, Indonesia pun yakin bahwa citacita Indonesia akan dicapai dengan tuntunan dari Tuhan.

Sebagai negara yang merdeka, Indonesia pun sejak awal menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan dan beriman. Kebebasan itu adalah sebagai hak azasi yang mendasar dan sekaligus sebagai sumber kesejahteraan yang masuk dalam poin welfarestate. Lihatlah Pasal 29 UUD 1945 yang berbunyi : ayat 1; Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. 2: Negara menjamin kemerdekaan tiap2 penduduk untuk memeluk agamanya masing2 dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

UUD 1945 jelas menegaskan bahwa negara menjamin kemerdekaan atau kebebasan memeluk agama dan kekebasan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya. Namun dalam pelaksanaannya pasal ini banyak bukti tidak dijaga oleh pemerintah (presiden) sebagai pelaksana UUD. Sebutlah berapa mesjid ahmadyah yang dirusak dan tidak bisa lagi mereka beribadah. Berapa buah gereja yang dirusak dan ijin yang sudah keluar dicabut sehingga beribadat terganggu. Dan yang mengganggu adalah pemerintah, serta ketika pengrusakan rumah ibadah berlangsung justru ada aparat keamanan dan disorot berbagai media elektronik.

Kalau mau disederhanakan, selama 6 tahun ini, Presiden SBY tidak dapat menjalankan Pasal 29 UUD 1945. Indonesia sudah merdeka 65 tahun, tapi dalam menyelesaikan masalah SARA dan kekerasan Indonesia semakin mundur. Siapa yang dekat dengan Presiden SBY yang membaca tulisan ini, agar menyempaikannya kepada beliau. Merdeka! Salam solidaritas. Tetapi juga siapa yang ingin menguji kebebasan beribadat ini di MK mempunyai dasar konstitusi yang kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar