Rabu, 19 Mei 2010

WELFARESTATE PERUMAHAN

Satu perbedaan penting manusia dengan hewan adalah secara sadar manusia mempunyai tempat tinggal (rumah) dan sekarang ini juga mempunyai alamat rumah. Sedangkan hewan berteduh secara alamiah dimana hewannya sedang berada, tanpa rumah dan tanpa alamat rumah.

Mengenai perumahan ini dapat kita lihat Pasal 27 ayat 2 secara khusus penggalan kedua : tiap2 warganegaraberhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Tentang topik ini diperkuat lagi bunyi Pasal 28H ayat 1: Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh kesehatan. Dari dua pasal UUD tadi selanjutnya kita rangkaikan, setiap orang yang bekerja apapun pekerjaannya yang halal, berhak menikmati hidup layak,hidup sejahtera dan mempunyai tempat tinggal, yakni rumah. Rumah yang dimaksud tentu rumah sehat dan akan dihuni secara sehat karena lingkungannya juga sehat.

Sekarang mari kita periksa buruh-buruh, pedagang kakilima yang bertempat tinggal di rumah kumuh sebutlah sekitar Pulo gadung dan Berikat Jakarta. Hunian mereka tidak layak dan tidak sehat, padahal UUD 1945 memberikan jaminan bahwa yang bekerja berhak mendapatkan hidup layak dan tempat tinggal yang sejahtera dan layak.

Siapakah yang memberi jaminan agar yang bekerja tadi dapat menikmati hidup layak? jawabnya pemerintah atau presiden. Mari kita renungkan 65 tahun merdeka, rakyat tetap miskin nestapa menderita, di bumi yang sangat kaya alamnya. Mengapa? bad-governance, korupsi adalah penyebabnya. Kim Dae Yung dan Nelson Mandela pantas diteladani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar