Rabu, 23 Juni 2010

ANDI NURPATI ANGGOTA KPU YANG BAWA MISSI

Andi Nurpati masuk menjadi DPP Partai Demokrat. Berita ini menggoncangkan publik, ditengarai Andi Nurpati membawa missi politik selama di KPU. Kemudian hal itu menjadi kontroversial tentang KPU, yang sebenarnya hal yang sama terjadi pada diri Anas Urbaningrum KPU pemilu 2004.
Saya waktu pemilu 2009 sebagai Ketua Umum DPP Partai Buruh menyampaikan fakta yang kami alami. DPP Partai Buruh mengikuti proses memenuhi syarat ikut peserta pemilu, sesuai ketentuan 2/3 dari jumlah seluruh provinsi, berarti minimal 22 provinsi harus memenuhi syarat. Pada pemeriksaan persyaratan peserta pemilu 2009, Andi Nurpati menjadi Pokja Persyaratan.
Seperti diketahui publik, KPU (yang Andi Nurpati bertugas mencek persyaratan) memutuskan Partai Buruh tidak memenuhi syarat dinyatakan tidak lolos sebagai peserta pemilu. Alasannya hanya 20 provinsi yang memenuhi syarat. Lalu dikemukakan sebagai alasan (bagi Partai Buruh) contoh telak DPD Partai Buruh (PB) Riau tidak memenuhi syarat menurut surat KPUD Riau tertanggal 16 Juni 2008 dan DPD PB Kalimantan Selatan tidak memenuhi syarat karena hanya 8 Kota/kabupaten seharusnya 9.
Alasan mengalahkan PB itu adaklah bohong, memutarbalikkan fakta. KPUD Riau dalam Surat tertanggal 16 Juni 2008 jelas mengatakan PB Riau memenuhi syarat (tapi dibaca KPU/Andi Nurpati tidak memenuhi syarat). KPUD Kalimantan Selatan mengatakan jumlah kota/kabupaten PB yang memenuhi syarat ada 9 tetapi dibaca KPU/Andi Nurpati 8). Sesudah melalui perjuangan yang melelahkan 40 hari, ahirnya PB peserta pemilu no 44. Tetapi kader2 penting sudah banyak yang pindah partai.
Pepatah berkata, akar pohon akan diketahui dari buahnya. Buah KPU (Andi Nurpati) terkait tulisan ini adalah mengalahkan PB dan kemudian Andi Nurpati hendak panen buah itu di Partai Demokrat. Inilah fakta, yang menjadi akar dari berbagai masalah di Indonesia. Pemilu kita formal demokratis, KPU formal demokratis, tetapi Andi Nurpati dan Anas Urbaningrimlah materialnya. Benarkah harus revolusi jalan keluar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar