Jumat, 04 Juni 2010

KPK MASIH KALAH LAWAN KORUPTOR

KPK (Bibit-Chandra) dikalahkan Anggodo si makelar kasus. Betapa telanjangnya kemarkusannya ketika disidangkan di Mahkamah Konstitusi. Awalnya polisi yang dikerjakan Bareskrim di bawah pimpinan Komjen Susno Duaji merekayasa mempidanakan Bibit-Chandra, dan populer buaya lawan cicak.

Bibit-Chandra tersangka dan ditahan. Rakyat bereaksi, dibentuk Tim yang diketuai Adnan Buyung, lalu keluarlah sikap presiden yang mendua. satu kalimat, hendaknya diselesaikan di luar pengadilan, dan satu lagi proses hukum tetap dijunjung.

Lanjutannya KejaksaanAgung mengeluarkan SKPP dengan argumentasi secara hukum membenarkan Anggodo tetapi demi pertimbangan sosilogis, penuntutan dihentikan. Jadi kalau diurut, Kepolisian, Presiden dan Kejaksaan Agung, sudah ikut merekayasa melemahkan KPK.

Para koruptor menang lawan KPK atau KPK masih kalah lawan koruptor.
Tidak heran kalau Indonesia negara urutan I terkorup di asia pasifik, birokrasi terburuk di dunia, terkaya alamnya di asia pasifik tetapi termiskin rakyatnya. banyak gelar ternegatif disandang Indonesia, yakni lingkunganhidup ygpaling rusak, tranfikking paling banyak, sistem kota jakarta masuk terburuk, angka TBC urutan 3.

Saya sebagai pencetus reformasi (baca disertasi saya DPR Semasa Orde Baru (1993) dan Potret Negara Indonesia (1996) buku ini diadili sbg subversif karena menuntut dilakukan perubahan secara reformatrif (saya dipenjarakan 1993-1998) mengajak masyarakat kembali memberi dukungan kepada KPK. Jangan biarkan koruptor mengalahkan KPK, nanti seterusnya akan membuatpenderitaan rakyat yang berkepanjangan.

Mari bergerak dukung Bibit-Chandra menuntaskan pekerjaannya menuntaskan Century, korupsi 6,7 trilliun. Bibit-Chandra diadili, KPK lumpuh, para koruptor (termasuk para markus yang di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan) akan berpesta pora, tapi rakyat akan terus mengalami penderitaan karena miskin. Mari dukung Bibit-Chandra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar