Jumat, 11 Juni 2010

MENDAFTAR JADI CALON KETUA KPK

Tadi jumat jam 11.30, saya telah mendaftar menjadi calon Ketua KPK, dinyatakan lengkap syarat, nomor urut pendaftaran 147. Sesudah mendaftar, selanjutnya akan mengikuti proses seleksi.
Sebagai salah seorang calon, sekali lagi saya ingin menyampaikan pekerjaan KPK kalau saya yang mimpin. Pertama, saya membuat pekerjaan saya bisa diukur gagal atau berhasil, dan target itu dibutuhkan apa tidak. Target saya adalah ingin mengangkat Indonesia dari negara terkorup ranking 180-an menjadi negara bersih di tengah, ranking 50-60. Kedua untuk mencapai itu, kebijakan umum saya adalah: 1. Melibatkan seluruh masyarakat yang gemar memerangi korupsi, dan mempersempit ruang gerak koruptor. Barang siapa, pribadi atau organisasi yang berhasil membongkar sebuah korupsi loengkap dengan data valid ke pengadilan, dihukum pidana dan mengembalikan sejumlah uang, si penemu diberikan incentive 10%. Secara kalau itu dilakukan bawahan seorang pejabat, selain memperoleh incentive, diberikan juga award dan naik pangkat satu tingkat. Ketiga, Saya minta persetujuan agar korupsi sebelum saya memimpin diberikan pengampunan pidana kalau secara sadar mengakui dan menyerahkan ke negara 75% ke negara. Demikian juga uang orang Indonesia yang berasal dari kejahatan dibawa ke luar negeri, dikembalikan 75% dan pidananya diampuni. Tetapi korupsi sesudah saya yang pimpin KPK, tumpas sampai ke akar2nya, siapapun pelakunya.
Saya tidak akan pernah ragu dan takut terhadap koruptor siapapun. Termasuk pribadi presiden bila terbukti melakukan korupsi. Sekiranya keadaan sekarang saya ada di KPK, jelas Boediono dan Sri Mulyani sudah berposisi Tersangka. Saya sama dengan sebagian besar rakyat Indonesia, sangat kecewa ketika ada koor polri, Jaksa Agung dan KPK mengatakan kasus Century tidak ada masalah hukum. 6,7 trilliun hilang begitu saja, nasabah Centurypun ditelantarkan negara begitu saja. Bangkitlah bersama saya mari berantas korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar