Kamis, 12 Agustus 2010

KAPOLRI DAN JAKSA AGUNG SEKARANG KETAHUAN

KAPOLRI DAN JAKSA AGUNG SEKARANG KETAHUAN

Masih ingat? Bagaimana ngototnya Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai Kapolri dan Hendarman Supanji sebagai Jaksa Agung mengatakan bahwa pemerasan yang dilakukan Bibit Ryanto dan Chandra sebagai pimpinan KPK sudah terbukti karena itu dinyatakan P21. Penyidiknya tidak main-main, dan akan dipenjarakan bila tidak benar. Ucapan itu terbuka dan didengar komisi III DPRRI, dilansir berbagai televisi, dimuat hampir disemua media cetak, berarti dibaca/dilihat mayoritas rakyat Indonesia. Anggodo pun yang dibackingi Mabes Polri membusungkan dada berhasil membungkam KPK. Dan sekarangpun KPK menjadi bungkam, tidak keluar adrenalinnya membongkar century, BI dan rekening gendut. Ujungnya menjadi kenyataan, Indonesia terkorup di dunia, alamnya terkaya di dunia, dan rakyatnya termiskin di dunia.
Sekarang ketahuan kebohongan yang dilakukan petinggi Negara itu di hadapan publik. Suara rakyat sudah meminta segera diganti, tetapi Presiden SBY masih diam. Tidak ada pilihan lain, Presiden wajib segera memberhentikan kedua petinggi itu, kecuali SBY yang menyuruh atau mengihtiarkan melakukan rekayasa kriminalisasi KPK. Bahayanya, rakyat semakin tidak percaya pada hukum, main hakim dan kekerasan akan menjadi alternatif spontan.
Bila presiden SBY tidak bertindak segera, saya kira rakyat harus segera mengambil sikap melakukan protes di setiap Polres, Polda, Kejari dan Kejati. Mungkin melakukan perlawanan massal terhadap kebijakan hukum yang berbau kebohongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar