Jumat, 03 September 2010

SIKAP PRESIDEN TERLALU LEMBEK

Mengevaluasi kembali pidato Presiden tanggal 01 September 2010 kemarin, saya menilai sikap Presiden terlalu lembek terhadap aksi pencaplokan teritorial yang dilakukan Malaysia melalui penangkapan aparat resmi pejabat DKP di wilayah Indonesia. Ada sahabat saya sampai mengatakan “pak SUSI siihh…terlalu lembek”, (pak SUSI = pak SUSIlo).

Ada 3 sikap keras diplomasi yang dapat dilakukan oleh Presiden RI sekiranya saya Presiden maka inilah yang akan saya lakukan.

Tindakan 1. Ancaman memanggil pulang duta besar Indonesia dari Malaysia dan menyuruh pulang duta besar Malaysia dari Indonesia. Ancaman seperti ini sudah pernah dilakukan oleh Presiden Filipina, Arroyo Maccapagal, seorang wanita, terhadap Malaysia dan Malaysia merespon ancaman ini. Dan juga sudah pernah dilakukan Soeharto terhadap Australia. Jika dalam 7 hari ancaman ini tidak diindahkan maka dilakukan aksi pemulangan.

Tindakan 2. Ancaman putus hubungan diplomatik dan putus hubungan ekonomi. Jika dalam 7 hari ancaman tidak diindahkan maka dilakukan pemutusan hubungan diplomatik dan ekonomi.

Tindakan 3. Ancaman seluruh warga Negara Indonesia disuruh pulang dari Malaysia diikuti seluruh asset – asset Malaysia yang ada di Indonesia dinasionalisasikan. Jika dalam 7 hari ancaman ini tidak diindahkan maka dilakukan aksi pemulangan WNI ke Indonesia dan seluruh asset Malaysia di Indonesia dinasionalisasikan.

Tindakan 4. Bila ketiga hal diatas tidak juga diindahkan maka dilanjutkan dengan perang fisik tentara dengan tentara, tetapi perang fisik tentara dengan tentara ini sedapatnya tidak dilakukan.

Bapak Presiden yang terhormat, pilihlah alternatif ini demi mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjaga martabat bangsa. Ini adalah amanat dari Pasal 1 ayat (2) UUD 1945.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar