Kamis, 14 Oktober 2010

BRUGGE BUKTI KOTA BERDISIPLIN

Kemarin rabu 13 10, kami mengunjungi sebuah kota tua yang menjadi menjadi kota wisata bernama Brugge, yang terletak di Belgia. Kota itu ditata dengan baik (istilah sekarang tataruang/tatakota) sejak tahun 1200-an. Bangunan-bangunan yang berdiri dengan kokohnya seperti rumah, gereja dan kantor adalah bangunan yang dibangun sekitar tahun 1300-1500. Sekarang ini yang dapat dilakukan adalah hanya merenovasi, tidak membangun yang baru. Rata2 jalannya 6 meter, ada jalan raya yang lebarnya kira2 10 meter, ada hutan ada resapan air, ada taman mainan anak-anak, ada tempat latihan olah raga, ada hotel. Sungguh indah dan menakjubkan.
Satu hal yang perlu diungkapkan untuk dipelajari para pemimpin Indonesia yang berkaitan dengan tataruang/tatakota mulai dari presiden hingga lurah . Tatakota yang dibuat 900 tahun yl, dilaksanakan dengan konsekwen, dituruti generasi berikut dengan sebuah komitmen serta disiplin. Setiap sebuah bangunan hendak dimulai, dirancang sedemikian rupa dengan pertimbangan dari berbagai segi. Kenyataan di Belgia, semua kota ditata seperti itu Brugge.
Indonesia?Jakarta? oh,,wallah. Ali Sadikin atas perintah Soekarno sdh membuat tatakota Jakarta. Pemimpin kemudian merusaknya demi kantong pribadi dan kelompok. Lihatlah sarana olah raga, resapan air dan penghijauan di pulomas sudah menjadi hutan bangunan. Diperingatkan para pakar Jakarta bakal tenggelam, tidak diperdulikan. Mulai capek dah berteriak terus buat Indonesia.
Kuncinya? carilah pemimpin yang berwatak Kim Dae Yung, Nelson Mandela, Lulla dan Lech Walesa yang berwatak gerakan buruh idiologi sosial demokrat. Dengan neolib rakyat Betawi, rakyat Papua, rakyat dayak dan rakyat miskin lainnya akan tetap miskin dieksploitasi. Majulah bersama gerakan buruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar