Selasa, 26 Oktober 2010

DOKUMEN NOMMENSEN DI WUPPERTAL DAPAT MENJADI BAHAN WISATA

Pada Kamis 21 Oktober yl, saya memperoleh kesempatan yang indah mengunjungi Wuppertal, kota missi Jerman, dan gereja pemberangkatan Nommensen menjadi rasul ke Tanah batak. Saya bersama isteri, Tina Saragih (dari Amstelven) dan Anton Tumanggor (Duseeldorf) Di Wuppertal ketemu Irene Girsang, Robin Butarbutar dan Turang.
Saya mendapat kesempatan melihat dokumen laporan perjalanan pelayanan Nommensen. Saya yakin, sekiranya copy/replika dokumen itu disiapkan dan ditempatkan di Salib Kasih Tarutung, hal itu akan menjadi penambah daya tarik wisata rohani dan sejarah agama. Yang menarik, laporan2 sejak berangkat hingga adanya terjemahan alkitab dicettak pada aksara Batak. Sayang kalau bahan itu tidak diketahui banyak orang.
Selain itu, saya menemui foto Nona Elfira Erder yang pada tahun 1925 datang ke tanah batak. Mengapa penting bagi saya? nama ini sering disebut ibu kami sebagai perempuan yang baik, yang mengajar mereka membaca, menyanyi dan koor. Kenanglah akan orang yang mengajarkanmu firman Tuhan.
Siapa yang melakukan ini? usul saya yang pertama adalah kantor pusat HKBP. Kedua Bupatiu Tapanuli Utara. Selain mendatangkan wisata, juga mencerahkan warga Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar