Senin, 04 Oktober 2010

PRESIDEN GAGAL MELAKSANAKAN UUD 45-LANJUTAN

RESUME RAPAT

Gado-Gado Cemara, Kamis, 30/09/2010

Sebagai Pengantar oleh Muchtar Pakpahan (MP): Pertemuan kali ini adalah pertemuan ketiga. Dalam pertemuan kedua pada 27 September telah disepakati nama dari forum ini atau lembaga ini yaitu: Majelis Perjuangan Kedaulatan Rakyat (MPKR). Awalnya muncul nama MARIPPU, kemudian muncul nama Majelis Perjuangan dan akhirnya disepakati nama Majelis Perjuangan Kedaulatan Rakyat (MPKR). Nama ini muncul untuk merespon berbagai persoalan yang merupakan ketidakmampuan atau adanya pembiaran oleh penguasa saat ini. Untuk kemarin saja sudah terjadi 6 peristiwa kerusuhan dan ledakkan bom di Pondok Kelapa Jakarta Timur. Untuk itu agenda kita hari ini adalah penyusun struktur dan rencana kerja. Isu pokok kita adalah goyahnya 4 pilar kenegaraan.

Disini sudah dibuat rancangan struktur MPKR yang terdiri dari :

1.

Ketua

2.

Wakil Ketua I

3.

Wakil Ketua II

4.

Wakil Ketua III

5.

Wakil Ketua IV

6.

Wakil Ketua V

7.

Wakil Ketua VI

8.

Sekretaris

9.

Wakil Sekretaris Bidang Kegiatan

10.

Wakil Sekretaris Bidang Humas

11.

Bendahara

12.

Wakil Bendahara

13.

Komite Penggalangan Dukungan

Disamping itu ada Dewan Negarawan yang terdiri dari tokoh-tokoh yang menjadi pendukung lembaga ini. Mereka adalah orang-orang yang telah sepakat dengan kegiatan ini, seperti: Lily Wahid, Prof. Jhon Pieris, Gomar Gultom, Permadi, dan Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto.

Zulkifli: Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR, tetapi sekarang kedaulatan ditangan rakyat dan dilaksanakan berdasarkan UUD. Jadi lembaga yang kita bentuk atas usulan sebelumnya adalah Majelis Pelaksana Kedaulatan Rakyat, hal ini karena saat ini sudah tidak ada lembaga yang menjalankan kedaulatan rakyat. Akhirnya menjadi Majelis Perjuangan. Untuk mejalankan kegiatan ini paling kurang kita butuh 5M yaitu: dukungan Militer, Mayoritas rakyat, Mahasiswa, Media dan Money. dr. Zul juga menginformasikan bahwa dia dan kawan-kawanya telah membuat sebuah terbitan semacam majalah mingguan yang diberi nama O….Posisi. Dia mengharapkan bahwa media ini nantinya menjadi media bersama. Apapun beritanya pasti akan dimuat, dan semua orang pada saat ini tidak perlu takut untuk ditangkap karena melawan pemerintah. Sekarang ini orang yang melawan akan ditangkap dan dikasih jabatan, maka kawan-kawan harus siap untuk ditangkap.

MP: Struktur yang coba kami buat dengan harapan bahwa dengan struktur ini kita coba mulai menjalankan program yang intinya meng-impeach presiden karena tidak menjalankan 4 pilar kenegaraan.

Bitor: saat ini kalau bicara media, maka media sekarang memerlukan sensasi, kalau kita tidak punya sensasi jangan harap kita mau dilirik media. Bagaimana supaya gagasan-gagasan kita laku maka kita harus bikin sensasi. Kalau kita punya sensasi untuk media maka kita tidak perlu punya banyak dana. Persoalan bangsa sekarang semakin rumit, harga semakin mahal. Kemarin (29/09/2010) saja sudah terjadi 4 kali kerusuhan.

Adhi M. Sardhi: impeachment dapat dilakukan secara konstitusional, tetapi harus ada tekanan yang besar dari luar, tetapi juga sekarang ada persoalan dimana masalah rakyat yang ada diluar coba untuk dibawah ke dalam DPR sampai di dalam semuanya gagal dan dipendam didalam. Maka impeachment hanya dapat dilakukan dari luar dengan tekanan yang besar. Tugas kita saat ini seperti yang dikatakan Bitor yaitu kita harus buat sensasi yaitu misalnya dengan membuat huru-hara sehingga dapat dimuat media. Saat ini diskusi sudah tidak lagi dimuat media, harus ada kreatifitas baru untuk menarik media. Hal ini berhasil atau tidak kita jalankan saja. Organisasi seperti ini tidak bisa diorganisir, kita cukup satu dua kali kumpul dan langsung aksi, jangan tunggu semua organisasi/orang harus ikut. Kalau tunggu-tunggu terus kita tidak akan jalan.

Azis: Sekarang sudah terjadi keresaha dimana-mana. Isu yang kita lontarkan seperti dengan MPKR sekarang ini sudah tidak menarik masyarakat, yang menarik saat ini seperti meledaknya tabung gas, tetapi isu itu juga sudah diredam. Untuk itu kita perlu kreatif dan banyak kreasi. Rakyat sekarang lebih tertarik dengan isu-isu menyangkut kebutuhan mereka secara langsung. Saya sepakat dengan Pembentukan Presidium Rakyat sebagai lembaga transisi setelah terjadinya impeachment, ini sangat penting, sehingga tidak terjadi arus balik. Sosok yang ada di dewan presidium adalah mereka yang ada di luar partai. Mereka itu adalah Sosok yang mampu memunculkan simpati rakyat, dan mengantarkannya sampai kepada Pemilihan Umum dan anggota presidium tidak boleh mencalonkan diri dalam pemilu tersebut. Selain itu juga tugas presidium adalah menyempurnakan UUD 45.

MP: Merekam dari kawan-kawan tadi, maka kita perlu uji kreatif. Yang dapat kita lakukan adalah seperti yang dilakukan oleh Yusril. Untuk itu kita bisa mengajukan gugatan ke MK. Gugatan itu mengenai pelanggaran pasal 34 ayat (1 dan 2) UUD 45 dengan lahirnya UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) UU ini menugaskan Presiden dan DPR-RI mengeluarkan BPJS Jamsostek, Taspen, Askes dan Asabri. Paling lambat November 2009, atau sekitar 5 tahun. Tetapi sampai saat ini tidak dilakukan. Maka sekarang kita cari terobosan kreasinya, yang paling mungkin adalah melakukan gugatan ke MK. Saya akan mempersiapkan gugatan ini selama 3 minggu. Nanti setelah itu kawan-kawan akan diundang untuk rapat dan kita akan tanda tangani gugatan tersebut.

Basori: Mengenai nama apakah presidium atau tidak, kita perlu terobosan seperti usulan kawan-kawan tadi seperti apa yang disampaikan MP yaitu mengenai pelanggaran pasal 34.

MP: Terobosannya adalah presiden tidak menjalankan pasal 34. Saya minta waktu 3 minggu untuk menyusun gugatan dan kita mulai mengumpulkan tanda tangan.

Amir Daulay: Kita dari tadi bolak balik saja. Kita sepertinya sedang bingung, sekarang ini isu mengalir sangat cepat. Kita kreatif saja nggak usah pusing-pusing. Lakukan saja apa yang kita rencanakan, Yusril sendiri saja bisa. Saya sepakat dengan MPKR. Kita diajak untuk kumpul lagi kita mau. Jadi MP harus percaya diri, abang jangan tidak percaya diri lagi. Apa yang direncanakan ya maju saja, kita dukung.

MP: Saya setuju. Ini akan kita siapkan gugatannya dalam waktu 3 minggu. Sambil menunggu itu kita berjuang masing-masing dulu. Nanti kawan-kawan kita undang. (SM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar