Jumat, 17 Desember 2010

PRESIDEN SBY BENAR-BENAR SEORANG STRATEG

Saya mengikuti dengan cermat perkembangan diskursus tentang keistimewaan Daerah Yogyakarta yang isuuenya dimulai dari Presiden. Tanggal 9 Desember 2010 adalah hari anti korupsi yang seharusnya diisi dengan ada demonstrasi. Tanggal 10 Desember 2010 adalah hari Hak Azasi se dunia, yang seharusnya diperingati dengan demonstrasi para keluarga korban pelanggaran HAM yang tdk jelas penyelesaiannya. Kedua peringatan itu menjadi tenggelam karena hiruk pikuk keistimewaaan Yogyakarta.
Saya sangat percaya bahwa secara pribadi Presiden SBY mengetahui dan memahami sejarah keistimewaan perjuangan kesultanan Yogyakarta memerdekaakn Indonesia. Juga saya sangat yajkin bahwa Presiden SBY memahami pluralisme demokrasi provinsi (Yogyakarta, DKI Jakarta, Dista Aceh, dan Papua) dan itulah Indonesia.
Lalu mengapa Presiden SBY membuat Keistimewaaan itu menjadi diskursus? saya yakin sebuah upaya strategi mengalihkan opini dari kelemahan (korupsi Century dan korupsi lainnya dan pelanggaran HAM) menjadi issu demokrasi. Bagi saya SBY benar-benar seoarang strateg seperti Soeharto. Sayangnya kalau kehebatan strategi itu dipergunakan memperbaiki negara dan mewujudkan kesejahteraan rakyat seperti yang dilakukan Kim dae Yung atau nelson Mandela atau Lulla, rakyat sudah sejahtera. Yang dekat dengan Presiden SBY, mari kita dorong beliau agar mengikuti jejak tiga nama mantan presiden tadi. Atau apakah harus revolusi yang dimotori gerakan buruh?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar