Minggu, 16 Januari 2011

BANJARMASIN MENJADI IBUKOTA NEGARA

Memindahkan ibukota negara dengan berbagai argumentasi menurut saya menjadi hal yang mutlak. Presiden Soekarno pun berfikir akan memindahkan ibukota ke Palangkaraya. Berikut ini saya menyampaikan pemikiran saya dari dulu termasuk sebagai bagian perjuangan reformasi yang belum tercapai.
1. Menciptakan keseimbangan dan keadilan peran. Jawa sudah padat. Jakarta sekitarnya sudah sumpek dan menyebalkan. Susah dibuat menjadi kota nyaman. Kalau ibukota di luar pulau jawa, otomatis ada perimbangan fungsi dan peranan.
2. Mengurangi dengan cara mempersulit Korupsi, Kolusi dan nepotisme. Jakrta sudah menjadi kota industri dan perdagangan. Carilah kota lain yang menjadi kota pemerintahan, tetapi stop perijinan kota industri. Kalau itu terjadi akan mempersulit KKN dan akan mengurangi KKN juga.
3. Memudahkan transformasi dan pengelolaan negarfa bila tempatnya persis di tengah. Ada dua kota yang persis di tengah, Makassar dan Banjarmasin. Makassar sudah menjadi kota industri/perdagangan indonesia timur. Biarlah Makassar dipacu dengan fungsi itu. Karena itu yang cocok Banjarmasinlah yang tepat menjadi ibukota negara.
Gagasan Jakarta greater dari presiden SBY akan semakin menumpukkan masalah, kepadatan, ketidakteraturan, ketidakadilan, dan KKN. Saya berharap segera dihentikan pikiran Greater Jakarta, kecuali mau membuat Indonesia terus menjadi greater poverty.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar