Rabu, 12 Januari 2011

REVOLUSI


Di facebook saya tuliskan beberapa kali pandangan saya yang mengatakan kayaknya revolusilah yang dapat mengatasi berbagai masalah yang sudah kompleks di Indonesia.

I. Kondisi Real

1. Rakyat masih tetap miskin yakni buta huruf, putus sekolah, kurang gizi, angka kematian balita tinggi, angka gelandangan/pengemis tinggi, angka pengangguran tinggi.

2. Penegakan hukum tidak jalan khususnya pada kasus-kasus korupsi besar dan pajak besar. Dua kasus besar mutar-mutar, bank century dan Gayus Tambunan. Demikian juga kasus-kasus pelanggaran HAM tidak ada yang tuntas.

3. Yang menyangkut kepentingan rakyat, tidak dikerjakan. UUD sudah memerintahkan Presiden memperbaharui Jamsostek paling lambat 19 Oktober 2009. Tapi Presiden tidak lakukan, terlambatlah buruh menikmati pensiun dan tunjangan pengangguran/PHK. Tapi kalau kepentingan neolib langsung diurusnya. Saya sedang menggugat Presiden SBY di MK karena tidak mematuhi undang-undang. Dukung dan doakan kami sukses.

4. Empat pilar negara diabaikan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika (pluralisme).

Ketiga masalah ini tidak ditangani dengan serius. Mengatasi dengan cara normal atau biasa tidak ada harapan. Akar masalah di Presiden sendiri. Jalan keluar yang tersedia, menunggu pemilu 2014, mudah-mudahan Presiden yang akan datang adalah yang komitmennya tinggi untuk penegakan hukum dan mensejahterakan rakyat yang seperti tipe Kim Dae Yung atau Nelson Mandela. Menunggu 2014, selain yang menderita bakal bertambah, korban rekayasa juga bakal bertambah, kebijakan buruk ini harus segera dihentikan. Caranya revolusi.

II. Pengorganisasian

Buruh, petani dan nelayan adalah rakyat yang mutlak menderita karena kebijakan pemerintah. Tetapi kekuatan yang dapat diajak melakukan aksi protes adalah buruh. Ada komunitas lain yang jumlahnya kecil tetapi dapat mengorganisasikan revolusi yaitu mahasiswa dan aktivis. Kalau gerakan mahasiswa dan gerakan buruh bersatu ditunjang aktivis/LSM, revolusi dapat berlangsung. Pertanyaan, usaha apa yang dilakukan agar pemimpin buruh dan aktivis kampus mayoritas bersedia melakukannya. Sebagai pelajaran, tahun 1996 kita bentuk MARI (Majelis Rakyat Indonesia) saya Ketua Umumnya, pengurus yang lain antara lain : Ridwan Saidi, Farid, Sukmawaty Soekarnoputri, Budiman Sudjatmiko yang terdiri dari hampir seluruh komponen bangsa yang tidak setuju pemerintahan diktator Soeharto, lalu berhimpun memperjuangkan reformasi, dan reformasi itu terjadi.

Kalau sudah waktunya, lakukan pembangkangan sipil, lengserkan Presiden.

III. Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari revolusi menegakkan pelaksanaan 4 pilar kenegaraan : Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika (pluralisme), intinya dengan dilaksanakannya 4 point tersebut, kita mewujudkan welfarestate dan goodgovernance.

Tahun 1996, kita teriakkan reformasi. Kelihatannya saat ini yang cocok kita teriakkan adalah revolusi dengan cara Korea Selatan yang dipimpin Kim Dae Yung dengan sasaran sebagai berikut :

1. Dengan revolusi Presiden SBY & Wapres Budiono diberhentikan, dan seluruh pejabat yang korupsi diberhentikan dan dipenjarakan oleh Pengadilan Rakyat.

2. Angkat pejabat Presiden, bentuk Pengadilan Rakyat, naikkan gaji pegawai negeri sipil dan tentara hingga hidup layak, laksanakan welfarestate dan goodgovernance.

3. Setelah menata pemerintahan, baru laksanakan pemilihan umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar