Jumat, 28 Januari 2011

SURAT KE PRESIDEN PSRM-SBY SIREGAR

Hari ini selasa 25 Januari 2010 saya ada di Medan, melayat dan memberi penghormatan terakhir kepada Alm. Kakanda GM.Panggabean, guru/senior saya di bidang jurnalis. Saya merekam pendapat berbagai pihak, setelah presiden SBY dinobatkan menjadi PSRM (Patuan Sori Raja Mulya) Siregar, kemudian menjadi lengkap dengan PSRM-SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) Siregar. Dengan ini saya kemukakan pandangan dan perasaan kalangan yang bertemu dengan saya.

1. SBY bukan orang Batak, pasti tidak begitu paham tentang seluk beluk adat Batak, karena memang tidak sering ikut adat Batak. Pasti pula tidak bisa menjadi berfikir dan bertindak sebagai orang Batak.

2. Penobatan Raja diberikan oleh mewakili Mandailing (Siregar) di tanah wilayah Sibagotnipohan, wilayah Toba, Balige. Pernah ada sejarah Sipongkinangolngolan (Tuanku Rao) yang memakai kekuatan Mandailing membunuh dan membakar rumah-rumah orang Toba dan membunuh Sisingamangaraja X. Hal ini memang tidak diingat lagi, tetapi menjadi terlintas ketika Mandailing menobatkan rajanya di Toba.

3. Secara tarombo harus dipahamkan oleh PSRM-SBY Siregar, termasuk Siregar apakah dia? Siapa yang mengaku pemilik keturunan. Karena selanjutnya ada hubungannya dengan kekerabatan dan kerajaan juga. Kita tahu ada Siregar Silali, ada Dongoran, ada Silo, ada Sormin n ada Ritonga. Saya sendiri Muchtar Pakpahan, punya Oppung boru Siregar Silali. Kalau PSRM-SBY adalah Siregar Silali, tentu saya memanggil tulang atau lae. Tetapi kalau PSRM-SBY masuk Siregar Dongoran, dia adalah kemungkinan besar amangboru saya.

Penobatan presiden PSRM-SBY jadi Raja Batak oleh masyarakat Mandailing di Toba, akan menimbulkan perdebatan yang mengarah keperpecahan. Themanya, demi pragmatisme merusak martabat/mental orang batak. Mungkin PMSR-SBY Siregar tidak bermaksud mengadudomba masyarakat Batak, atau mungkin tidak menyadari dampak yang seperti ini. Bersama surat ini, saya menyarankan adalah bijaksana bila SBY mengembalikan gelar itu, sesudah itu tidak lagi menyandang gelar Patuan Sori Raja Mulya Siregar.

Kalau tidak dikembalikan, akan menimbulkan perdebatan yang panjang. Terimakasih. Muchtar Pakpahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar