Rabu, 09 Februari 2011

SEKIRANYA TERJADI REVOLUSI

Sekiranya terjadi revolusi, harus belajar dari kegagalan reformasi 1998, serta harus belajar dari keberhasilan Kim Dae Yung, Nelson Mandela, Lech Walesa dan Lulla. Tetapi kita pilih saja Kim Dae Yung sebagai acuan, karena dekat sama-sama Asia, Negara Maritim, sebelumnya Korea Selatan dipimpin Jenderal Chun Doo Wan dan Jenderal Roh Tae Woo yang korup dan pelanggar HAM dan juga suka memakai issu agama untuk mengalihkan issu, rakyatnya banyak pengganggur, dan segelintir orang kaya raya. Kim Dae Yung berjuang bersama serikat buruh KCTU, berulangkali ditangkap dan dipenjarakan, ia seorang kiri tengah sosial demokrat, komit memperjuangkan Negara, kesejahteraan dan pemerintahan bersih dari korupsi. Sekiranya terjadi revolusi maka ada EMPAT langkah penting:

1. Revolusi memberhentikan Presiden SBY dan Wakil Presiden Budiono dilanjutkan dengan mengangkat PJS Presiden sebuah Majelis Revolusioner. Selanjutnya presiden dengan kekuatan revolusioner membentuk pengadilan rakyat untuk mengadili para koruptor dengan memperkuat KPK (dengan pengadilan tipikor) mungkin perlu dibentuk di wilayah-wilayah yang kuat korupsinya dengan mengisi para aktivis yang trackrecordnya bersih selama ini seperti Bambang Wijoyanto, Jhonson Panjaitan, Hendardi, dll. Draft RUU Pengadilan Rakyat tahun 2000 dipergunakan dengan revisi seperlunya. Pengadilan Rakyat paling lama dua tahun.

2. Menata dan mewujudkan negara kesejahteraan dan pemerintahan bersih dari korupsi. Dimulai dengan menetapkan sistem penggajian dan remunerasi pejabat dan pegawai negeri yang membuat penghasilannya memberikan kehidupan lebih dari layak. Misalnya, Ranking I, Presiden, ranking II, Wakil Presiden, ketua DPR, Ketua DPDRI dan Ketua MPRRI, Ketua MA, Ketua MK dan Ketua BPK. Ranking III Menteri dan Gubernur, Ketua lembaga-lembaga negara : KPK, KY, Komnas HAM, dll. Ranking IV Anggota DPRRI, Anggota Lembaga Negara dan Bupati. Pegawai negeri golongan I A dimulai dari yang terendah misalnya 5.000.000/bulan. Semua jaminan kesehatan diasuransikan. Langkah ini diikuti pendisiplinan dan penguatan mental kerja keras.

3. Secara revolusi dicabut ketentuan yang membuat rakyat sulit menikmati kesejahteraannya. Misalnya yang membuat buruh menderita ketentuan outsourcing, buruh kontrak, PHK dan adanya peraturan perusahaan dihapus diganti dengan wajib ada PKB (Perjanjian Kerja Bersama). Diterapkan landreeform dengan demikian semua petani mendapatkan tanah untuk dikelola ditambah bantuan sarana produksi dan jaminan harga.

4. Menyelenggarakan pemilihan umum paling lama sesudah dua tahun adanya revolusi. Pemilu dilaksanakan oleh KPU yang independen dan professional, tidak boleh masuk partai politik dan calon pejabat politik selama periodenya menjadi KPU. KPU menjadi penyelenggara dan saksi, semua peserta pemilu berhak mendapatkan sertikat perhitungan sesuai dengan jenjang dan kepentingannya. Pemilu 2004 dan Pemilu 2005 adalah pemilu curang dan menghasilkan pemimpin curang. Pada pemilu tersebut diharapkan terpilih pemimpin yang bertipe Kim Dae Yung atau Nelson Mandela atau Lech Walesa atayu Lulla.

Tulisan ini dibuat sebagai lanjutan tulisan bulan lalu, dan jawaban atas pertanyaan kawan2 fb.

1 komentar:

  1. karena file disabotase mohon maaf saya posting ulang...perlu dibaca http://www.scribd.com/doc/57743985/Menghitung-Kekuatan-Rakyat-Untuk-Revolusi DAN http://www.scribd.com/doc/57743878/Manajemen-Korupsi

    BalasHapus