Kamis, 10 Mei 2012

Buruh dan Politik Pengalaman Internasional


BURUH DAN POLITIK PENGALAMAN INTERNASIONAL
Oleh: Muchtar Pakpahan, Dosen FH-UKI/MPO KSBSI


Ada tiga model hubungan buruh dan politik pada pengalaman internasional: 1. Serikat buruh underbow partai politik 2. Serikat buruh menguasai/memiliki sebuah partai politik, dan 3. Serikat buruh bersimbiose-mutualis dengan sebuah partai politik. Di semua Negara komunis dan Indonesia di masa orde baru, berlangsung tipe nomor 1, buruhnya dibuat jadi objek politik, dan ini dihindari gerakan buruh dunia ITUC dan ILO. Yang popular diperjuangkan adalah tipe 2 dan ada juga tipe 3.
Ketika saya menjabat wakil presiden World Confederation of Labour (WCL) 2001-2005, dan sebagai anggota Governing Body ILO 1999-2005, saya mempunyai kesempatan mengunjungi semua Negara yang maju dan sejahtera rakyatnya/buruhnya. Negara yang sejahtera rakyatnya, pasti kuat serikat buruhnya (strong union be welfare). Kemudian serikat buruh  yang kuat itu pasti mempunyai pengaruh yang kuat terhadap sebuah partai politik, umumnya bernama partai Buruh. Kemudian Partai yang didukung  Serikat Buruh itu adalah partai yang beridiologi kiri tengah, sosial democrat yang tergabung dalam SI (Sosialist International) atau disebut juga persatuan partai-partai buruh se dunia.
Kalau SI adalah organisasi yang beranggotakan partai-partai yang didukung serikat buruh, maka ITUC (International Trade Union Confederation) adalah organisasi induk dari Serikat-serikat buruh nasional. Di Indonesia anggota ITUC saat ini adalah KSBSI (konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) danKSPI (Konfederasi Serikat pekerja Indonesia). Sedangkan ITUC adalah hasil merger dari WCL dan ICFTU (International Confederation Free Trade Union) pada tahun 2006.
Berikut ini saya akan uraikan dengan singkat hubungan buruh dengan partai politik tipe 2 di beberapa Negara yang saya anggap dapat mewakili pola hubungan iburuh dan politik di Negara-negara maju, yakni  Selandia Baru, Jerman, Inggris, Polandia, dan Brazilia.
Selandia Baru. Tadinya ada dua serikat buruh besar NZFL (New Zealand Federation of Labour) dan CSU (Combined States Union) ditambah dengan beberapa yang kecil. Tahun 1987, NZFL dan CSU merger membentuk NZCTU (New Zealand  Confederation Trade Union), yang saat ini mempunyai 39 serikat buruh yang berafliliasi. NZCTU mewakili buruh resmi menguasai Partai Buruh. Presiden Partai Buruh selalu berasal dari fungsionaris NZCTU, tetapi tidak boleh menduduki jabatan politik pemeintahan menjadi anggota parlemen, menteri atau Perdana Menteri. Tugas Presiden partai adalahmewakili Serikat Buruh mengatur  dan mengontrol pejabat politik yang dari partai Buruh. Misalnya 2009-2011 Presiden Partai Buruh adalah Andrew Little yang juga sebagai Sekjen NZCTU. Dengan hubungan seperti itu, buruh Selandia baru adalah taraf paling makmur, dan Negara Selandia baru adalah setaip tahun terpilih sebagai Negara terbersih dari korupsi bersama Singapur, Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Denmark.
Jerman.Tahun 1949, seluruh Serikat Buruh Jerman bergabung ke dalam DGB (Deutscher Gewershaft Bun). DGB  yang didominasi buruh metal menjadi payung terutama di bidang politik terhadap semua Serikat Buruh.  Di bidang politik, DGB menguasai Partai Sosial Demokrat SDP) yang dulunya bernama Social democrat Workers party. Voorzitter (Ketua Umum)  SDP biasanya menjadi Kanselir bila SDP menjadi pemenang pemilihan umum. Ketika Kanselir sebagai pemimpin pemerintahan  berasal dari SDP, diterapkanlah welfarestate. Jerman terkenal penyelenggara welfarestate yang terkuat dan juga pengkampanye welfarestate.  Dua partai politik besar di Jerman yakni Partai Sosial Demokrat dan partai Kristen democrat.
Inggris (Great Britani). Inggris sudah mengalami tradisi serikat buruh yang cukup lama. Sejak tahun 1868, Inggris memiliki satu payung serikat buruh bernama TUC (TradeUnion Congress), dimana ada 58 serikat buruh federasi beraffiliasi kepada TUC. TUC mempunyai hubungan kuat dengan Partai Buruh Inggris. Bila Partai Buruh memenangkan pemilihan umum, presiden partai buruh otomatis menjadi Perdana Menteri. Di Inggris ada dua partai politik besar< partai Buruh dan Partai Konservatif. Karena Inggris adalah akar sejarah perkembangan serikat buruh dimana bapak serikat buruh Karl Marx berdiam dan meninggal di Inggris, maka wajarlah Inggris termasuk Negara welfarestate yang tertua.
Polandia. Waktu Lech Walesa berjuang mengadvokasi buruh, Polandia adalah sebuah  Negara komunis, dengan tradisi serikat buruh di bawa control Negara dan partai komnunis. Dalam keadaan buruh hanya objek politik, Lech Walesa menggerakkan buruh  NSZZ  (Niezalezny Samorzadny Zwiazek Zawodowy) atau Solodarnosc. Ketika reformasi berlangsung ahirtahun  delapan  puluhan, langsung ada pemilihan umum. Solidarnosc yang sebuah serikat buruh sekalian menjadi partai [politik dan mencalonkan  Lech Walesa dan terpilih menjadi presiden. Sejak itu Polandia menjadi Negara demokrasi dan menyelenggarakan walfarestate. Di Polandia satu-satunya Negara Serikat Buruh sekalian menjadi partai Buruh, yang banyak mendapat kritik dari kawan-kawan pemimpin buruh dunia.
Brazilia. Di Brazilia ada 4 Srikat buruh nasional 1. CUT (Central Unica dos Trabalhadores) 2. CNPL (Confederacao Nacional dos Profissoes Liberaes) 3, FS (Forca Sindical) dan 4. UGT (Uniao Gerald dos Trabalhadores). Yang terbesar adalah CUT dibawah pimpinan Luis Inacio Lulla da Silva atau dikenal Lulla. CUT mendirikan partaiburuh ahir delapan puluhan. Lulla calon presiden tiga kali gagal yakni 1990, 1994, 1998. Baru terpilih menjadi presiden pada putaran keempat kali yakni 2002, setelah ketigaserikat buruh lainnya pun (CNPL, FS dan UGT) ikut mendukung Partai Buruh. Tahun 2001, Brazilia tinggi angka pengangguran dan tinggi angka kriminalitas, serta banyak tanah rakyat dirampas oleh Konglomerat. Setelah Lulla menjadi presiden Brazilia, welfarestate direalisasikan, angka pengangguran rendah, angka kriminalitas rendah, dan rakyatpun masih memilih presiden pebngganti Lulla dari partai Buruh. Hal seperti ini terjadi di Korea Selatan dan Afrika Selatan.
Kalau di atas saya uraikan pola serikat buruh memiliki/menguasai partai, berikut ini saya uraikan model simbiose-mutualistis ala Amerika Serikat, AFL-CIO dengan Partai Demokrat. Di USA tadinya ada dua Serikat buruh besar AFL (American Federation of Labour) dan CIO (Confederation Industries Organization). Kemudian di awal abad 20, keduanya bergabung menjadi AFL-CIO.  Setiap pemilu berlangsung, AFL-CIO melakukan kontrak [politik dengan Demokrat. Dan Demokrat setiap saat komit dengan kontrak politik. Pengalaman saya dengan Presiden Bill Clinton, beliau sangat komit terhadap suara yang dikemukakan oleh AFL-CIO. Karena saya bersahabat dengan John Sweeney Presiden AFL-CIO lalu dengan Presiden Bill Clinton [pun saya menjadi bersahabat juga. AFL-CIO adalah serikat buruh yang terkuat di dunia.
Sekarang kita kembali ke Indonesia dengan MPBI (Majelis pekerja Buruh Indonesia) yang ideklarasikan waktu may day di GBK. Kepada MPBI ditumpahkan harapana: hapus Outsourcing & kontrak, wujudkan upah hidup layak, hentikan union busting, dan laksanakan jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan sejak januari 2014.
Semua harapan itu merupakan kebijkan politik Negara atau pemerintah. Hapus outsourcing? Adalah tugas konstitusional DPRRI. Melindungi serikat buruh dari union busting? Tugas pemerintah. MPBI mau sukses mewujudkan harapan buruh yang diwakili?  MPBI harus masuk politik, Modelnya dapat dipelajari dari salah satu yang dikemukakan di atas.Tapi rangkaiannya  seperti berikut: Buruh Bersatu, Partainya Buruh pasti menang. Partainya Buruh menang, gaji PNS lebih dari sekedar layak, hukum ditegakkan, korupsi diberantas, dan rakyat/buruh makmur /sejahtera.
Pilihannya ikut di 2014? Atau penonton di 2014 karena menunggu di 2019? Atau tetap gamang karena terjebak dengan retorika independen? Semua contoh di atas, memperlihatkan sangat kuatnya independensi Serikat Buruh. Majulah MPBI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar