Minggu, 07 April 2013

Pasal menghina Presiden

Pasal menghina Presiden kembali dimasukkan dalam rancangan KUHP.
Deny Indrayana Wamen Kumham: Pasal itu penting terutama untuk menjaga keamanan fisik dan kehormatan Presiden sebagai simbol negara (Kompas Senin 8 April 13).
Menurut Saya Deny keliru. Presiden bukan simbol atau lambang negara, serta kehormatan Presiden datang dari komitmennya menjalankan UUD dan mensejahterakan rakyat. Bukan dari pasal pidana.
Muchtar Pakpahan minta pasal itu di hapus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar