Jumat, 21 Juni 2013

AKSI KORWIL SUMUT MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM

“REVOLUSI ADALAH SOLUSI MEMBENTUK PEMERINTAHAN BERSIH DARI KORUPSI UNTUK MEWUJUDKAN WELFARESTATE”















PERNYATAAN SIKAP KOORDINATOR WILAYAH
SERIKAT BURUH SEJAHTERA INDONESIA (SBSI)
PROVINSI SUMATERA UTARA
“MENOLAK KENAIKAN BBM”
Keputusan rezim SBY-BOEDIONO menaikkan harga BBM pada tanggal 17 juni yang akan datang telah melukai hati seluruh rakyat Indonesia. Alasan pemerintah menaikkan harga BBM merunut pada kenaikan harga pasaran BBM dunia dan sekaligus demi penyelamatan APBN jelas merupakan alasan yang dibuat-buat. Fakta yang terjadi justru sebaliknya, harga pasaran BBM dunia justru saat ini sedang mengalami penurunan. Disisi lain beban terberat APBN faktanya 70% justru digunakan untuk pembiayaan aparatur negara (pemerintah, DPR, dll) dan bukan untuk subsidi BBM.
Skenario terselubung dari kenaikan harga BBM ini harus dapat dipahami oleh segenap lapisan masyarakat, bahwa ternyata dibalik omong kosong yang dikemukakan oleh rezim SBY-Boedi sesungguhnya kenaikan BBM adalah salah satu “titipan” pihak asing (lembaga-lembaga keuangan internasional) untuk melakukan liberalisasi di bidang migas (pencabutan subsidi) agar perusahaan-perusahaan asing seperti Shell, Petronas, Total, dll mampu bersaing secara harga dengan Pertamina sehingga akhirnya mampu menguasai perdagangan migas di Indonesia. Hal ini semakin membuktikan bahwa SBY-Boediono lebih mewakili kepentingan asing secara politik-ekonomi dibandingkan mewakili kepentingan rakyat.
Selain itu, kenaikan BBM jelas-jelas menyengsarakan rakyat secara menyeluruh. Kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga-harga di sektor lain (transportasi, sembako, barang-barang produksi lainnya). Maka dari itu efek samping yang sangat nyata dari kenaikan harga BBM nantinya adalah meningkatnya jumlah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, selain itu perekonomian migas di Indonesia juga akan dikuasai oleh perusahaan asing. Maka dari itu atas dasar pemikiran tersebut, kami SERIKAT BURUH SEJAHTERA INDONESIA menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama :
Keputusan Rezim SBY-Boediono Menaikkan Harga BBM = Keputusan Anti Kepentingan Rakyat.
HARGA BBM TETAP NAIK = REVOLUSI
1. Kenaikan BBM adalah sikap keberpihakan pemerintah kepada asing
2. Kenaikan BBM merupakan bentuk konkrit bahwa pemerintah tidak peduli terhadap masyarakat buruh, karena buruh paling tinggi pengguna angkot dan sepeda motor
3. Kenaikan BBM berdampak terhadap lemahnya daya beli masyarakat
4. Stop bohongi rakyat dengan pemberian BLSM guna kepentingan pemilu 2014
HIDUP SBSI, HIDUP BURUH!!!
Hotline : 0878 6766 9898 / 0812 606 7860
Jl.Gedung Arca No.38/40 Medan-sumut
KORWIL Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) SUMUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar