Kamis, 26 Juni 2014

DIBALIK KONTRAK POLITIK CAPRES MENGHAPUS OUTSOURCING, SEMENTARA UPAH BURUHNYA BELUM DI BAYAR

“REVOLUSI ADALAH SOLUSI MEMBENTUK PEMERINTAHAN BERSIH DARI KORUPSI UNTUK MEWUJUDKAN WELFARESTATE”




Tunggakan gaji karyawan bermula pada Agustus 2013. Pasalnya, perusahaan yang sebelumnya bernama PT Kiani Kertas itu mengalami kesulitan keuangan hingga akhir tahun lalu. Produksi pulp yang menjadi bahan kertas, merosot. Padahal, perusahaan memproduksi sekitar 1.500 hingga 2.000 ton pulp tiap hari. "Kepada kami disampaikan selama ini bahwa ini karena kondisi keuangan perusahaan yang dipicu perusahaan tak ada kegiatan. Memang per bulan Agustus tahun lalu sudah tak ada kegiatan pabrik," jelas Suyadi.

Sementara menurut Syaiful, turunnya produksi perusahaan dikarenakan kurangnya kayu akasia yang menjadi bahan baku utama pembuatan pulp. Ketersediaan bahan baku di dalam negeri, terutama di Kalimantan Timur, terus berkurang. Bahkan, terkadang bahan baku harus diimpor dari Australia. Kondisi stok bahan baku inilah yang menjadi persoalan utama membuat pabrik tidak beroperasi lagi.
Dapat diterima akal sehat jika situasi itu terjadi, tapi apakah memang harus menelantarkan hak buruh yang memang hidupnya bergantung hanya pada penghasilan di pabrik tersebut. Sementara, menjelang Pilpres 2014 ini Capres pemilik pabrik kertas itu gencar menggaungkan slogan-slogan yang membela buruh. Dimana letak kebenaran dari slogan-slogan Capres itu, imbuh Bernad Hasiholan Wasektif Dept.Humas DPP SBSI.
Mirisnya lagi beberapa Serikat Buruh/Serikat Pekerja turut mendukung Capres yang bermasalah dengan buruhnya yang belum dibayar upahnya pada Pilpres 09 Juli 2014 nanti dengan perjanjian kontrak politik yang disepakati bersama. Dari situasi itu timbul pertanyaan “Apakah mereka lupa dengan saudara-saudarany buruh di PT.Kiani Kertas”. Sungguh tidak terlihat sikap solidaritas yang ditimbulkan, seyogyanya terlepas dari dukung-mendukung seharusnya Serikat Buruh/Serikat Pekerja mesti bersuara dan jangan sampai ini menjadi sorotan dunia, tegas bernad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar