Senin, 01 September 2014

MENGAPA MUCHTAR PAKPAHAN MEMPEROLEH AWARD?

“REVOLUSI ADALAH SOLUSI MEMBENTUK PEMERINTAHAN BERSIH DARI KORUPSI UNTUK MEWUJUDKAN WELFARESTATE”

Waktu Muchtar Pakpahan dipenjarakan di Medan sejak tanggal 13 Agustus 1994 sampai 19 Mei 1995, Muchtar menulis buku yang berjudul POTRET NEGARA INDONESIA. Salah satu isi buku ini adalah tentang Timor timur (yang sekarang menjadi Timor Leste halaman125-128 dan cara menyelesaikan masalah ketatanegaraan Indonesia melalui jalan reformasi hal 138. Isi buku ini Muchtar pidatokan di konferensi Internasional di Lisbon pada tahun 1995. Tahun 1996 buku ini dan pidato saya di Lisbon sebagai bagian yang didakwakan subversif kepada Muchtar ketika dipenjarakan 1996-1998.
Berikut ini adalah isi buku POTRET NEGARA INDONESIA di halaman 125-128: Timor Timur.
Timor Timur
Sampai saat ini Timor Timur tidak kunjung selesai. Kasus Timor Timur ini menghabiskan banyak energi, dan di dunia internasional masalah ini banyak mendatangkan aib bagi Indonesia. Apakah secara ekonomi dan politik Indonesia beruntung apabila Timor Timur digabungkan dengan Indonesia, sehingga Indonesia ngotot memasukkannyake wilayah Indonesia? Yang jelas dikalangan rakyat Timor Timur masih ada perasaan berkata, “Timor Timur setelah dijajah Portugal di jajah Indonesia”. Kelompok ini, tidak merasakan adanya integrasi dengan Negara Indonesia. Di dunia internasional pun atas plopor Portugal, timbul tuduhan,.”Indonesia adalah penjajah atas Timor Timur”

Fakta di atas masih terus ada dan masih akan terus ada, bila pendekatan penanganannya masih dengan cara represif seperti selama 20 tahun ini. Harus ada pendekatan baru yang bersumber dari amanah pembukaan UUD 1945. Perdamaian abadi dan keadilan social adalah dasarnya, serta demokrasi dan perlindungan HAM adalah jalan keluarnya.
Untuk menyelesaikan masalah Timor Timur secara tuntas, hendaknya rakyat Timor Timur diberikan hak referendum secara demokratis untuk menentukan apakah Timor Timur meneruskan berintegrasi dengan Indonesia, atau merdeka sendiri menjadi suatu Negara yang berdaulat. Ada 4 pertimbangan yang akan saya kemukakan, yaitu :
(1) Prinsip Ideologi
(2) Prinsip misi
(3) Pendekatan sejarah
(4) Fakta
Berikut ini prinsip tersebut akan saya bahas satu persatu.
Prinsip Ideologi
Dimuka telah dijelaskan, pandangan Indonesia dalam hubungan dan pergaulannya dalam dunia internasional, adalah untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social yang sesuai dengan pancasila. Masalah Timor Timur, telah kita tangani dengan cara militer selama hampir 20 tahun, namun masalah itu tetap tidak kunjung selesai. Dari segi ideologi, barangkali ada yang harus di kaji ulang mengenai cara kita menyelesaikan masalah disitu.
Dasar kita adalah kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Apakah selama ini kita masih berpegang teguh pada dasar itu, atau sudah menyimpang? Sepertinya Indonesia tidak rela memberikan kemerdekaan pada rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri secara demokratis, melalui referendum “merdeka sendiri” ata “meneruskan berintegrasi dengan Indonesia”. Yang jelas perdamaian abadi justru tidak tercapai di Timor Timur.
Prinsip Misi
Misi Indonesia di dunia internasional adalah menghapuskan penjajahan di dunia, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan, dank arena kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.
Di dunia internasional ada Negara yang menuduh Indonesia mencaplok atau menjajah Timor Timur. Padahal, Indonesia mempunyai misi menghapuskan penjajahan dimuka bumi. Adalah tidak mengenakan menerima tuduhan sebagai penjajah atau pencaplok, padahal misi Indonesia adalah menghapuskan penjajahan.
Fakta lain yang selalu menjadi bahan pembicaraan di dunia internasional adalah, tentara Indonesia dianggap sering bertindak dengan tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Kasus Dili dan Liquisa adalah bukti yang dihembuskan mengenai perilaku tentara Indonesia di samping bukti kasus lainnya.
Pendekatan Sejarah
Secara geografis, Timor Timur yang satu jajaran pulau dengan Nusa Tenggara Timur, adalah bahagian Nusantara. Secara sejarah, wilayah Nusantara itulah yang menjadi wilayah Republik Indoensia. Ada 2 pilihan yang tersedia ketika Indonesia diperhadapkan dengan mana yang dimaksud dengan nusantara, pilihannya antara peninggalan Mataram-Majapahit atau bekas kolonialisme Belanda. Kalau pendekatan pertama, berarti Papua Nugini, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam dan Filippina masih masih masuk Negara Republik Indonesia kalau demikian hal nya, dalam konteks sekarang, Indonesia harus berperang dan menaklukkan mereka semua. Dengan bijaksana kita pilih yang kedua, yakni semua bekas wilayah jajahan Belanda.
Jika pendekatannya adalah berdasarkan sejarah yakni semua bekas wilayah jajahan Belanda masuk kedalam wilayah Republik Indonesia, maka berarti Timor Timur juga termasuk kedalam wilayah Indonesia. Sebab Timor Timur adalah bekas jajahan Portugis. Akan tetapi, Indonesia hendaknya tidak menutup diri, sekiranya rakyat Timor Timur berkeinginan untuk berintegrasi dengan Indonesia yang tentunya ditempuh dengan tata cara yang demokratis.
Fakta
Faktanya, masih banyak rakyat Timor Timur yang tidak mengakui telah berintegrasi dengan Indoensia. Mereka menuduh Indonesia telah melakukan tindakan pencaplokan. Berapa persen mereka yang tidak setuju, perlu diuji dnegan cara yang wajar dan demokratis.
Berdasarkan 4 butir pertimbangan diatas, adalah tepat bila kepada rakyat Timor Timur diberikan hak menentukan nasib sendiri melalui referendum, apakah mereka meneruskan berintegrasi dengan Indoensia atau mereka merdeka sendiri. Referendum ini sebaiknya dilakukan dibawah pengawasan PBB.
Indonesia tidak perlu khawatir, karena Indonesia akhirnya sudah melakukan sesuatu yang cukup berarti di Timor Timur. Dan kalau ternyata dalam referendum itu rakyat lebih banyak memilih merdeka, Indonesia harus menerimanya dengan lapang dada. Indonesi aharus berlapang dada, karena Indonesia adalah Negara yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang 1945.
Saya yakin, dengan memberikan pilihan referendum maka permasalahan Timor Timur akan dapat diselesaikan dengan tuntas. Mari kita merenungkan dengan baik, objektif dan kepala dingin, dan jangan didahului prasangka buruk dan apriori.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar